Stigma Sosial dan Literasi: Tantangan dalam Menyikapi Anak Berkebutuhan Khusus

Ilustrasi anak--

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.COM – Iin Indriyani, Konsultan Rumah Indira yang fokus pada Pengembangan Potensi Manusia, mengungkapkan bahwa saat ini masih ada ketimpangan dalam literasi masyarakat mengenai anak-anak berkebutuhan khusus (disabilitas) di Indonesia.

Menurut Indriyani, di kota-kota besar sudah banyak sumber literasi dan sosialisasi tentang pendekatan terhadap anak dengan disabilitas. Namun, di daerah-daerah kecil, perhatian terhadap isu ini masih sangat dibutuhkan.

"Di kota besar, literasi dan sosialisasi tentang pendekatan terhadap anak disabilitas semakin banyak. Namun, di daerah kecil, masalah ini masih menjadi tantangan," kata Iin dalam Workshop Anak Berkebutuhan Khusus yang diselenggarakan oleh PT Timah di Auditorium Zahari MZ, Rabu 24 Juli 2024.

Menurut Iin, stigma sosial terhadap anak autis atau disabilitas masih sangat kuat. Banyak masyarakat yang memandang sebelah mata dan menganggap anak disabilitas sebagai individu yang kurang mampu. Padahal, autisme bukanlah sebuah penyakit, melainkan kondisi yang memerlukan pemahaman khusus. "Jangan jauhi mereka," tegas Iin.

BACA JUGA:PT Timah Tbk Dukung Anak Berkebutuhan Khusus di Beltim, Gelar Seminar Bersama Orang Tua

BACA JUGA:Peringatan HAN 2024: Bupati Beltim Serukan Pentingnya Perlindungan Anak dari Kejahatan

Iin berharap agar masyarakat bisa merangkul dan memberikan dukungan kepada anak-anak disabilitas. Ia menekankan bahwa tidak semua anak disabilitas memiliki kemampuan yang lebih rendah. 

Menurutnya, masih banyak di antara mereka yang memiliki potensi kreatif yang luar biasa. "Masyarakat harus bisa melihat potensi ini dan tidak memarjinalkan mereka," imbuhnya.

Lebih lanjut, Iin mendorong orang tua untuk menerima kondisi anak mereka dengan ikhlas. Penerimaan ini merupakan langkah awal yang penting untuk memberikan terapi perilaku yang tepat. 

"Setelah menerima dengan ikhlas, orang tua bisa mulai mencari minat dan bakat anak untuk dikembangkan," jelas Iin, yang juga merupakan orang tua dari anak disabilitas.

BACA JUGA:50 Pemuda Beltim Ikuti Pelatihan Konten Kreator, Siap Jadi Agen Perubahan

BACA JUGA:KONI Bangka Barat Ikuti Jejak Sukses KONI Beltim, Adopsi Program Beasiswa

Sementara itu, Tantra Pratama dari PT Timah menambahkan bahwa acara ini merupakan bagian dari perayaan HUT ke-48 perusahaan. PT Timah telah melakukan riset dan menyadari pentingnya acara ini untuk mendorong potensi anak disabilitas. 

"Mereka jarang mendapatkan perhatian. Sebagai perusahaan negara, PT Timah merasa wajib memberikan perhatian kepada mereka dan mendorong potensi yang ada," ujar Tantra.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan