Polri Resmi Gelar Operasi Ketupat Semeru 2025 untuk Kelancaran Mudik

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat meresmikan Operasi Ketupat Semeru 2025 di Lapangan Upacara Grahadi, Surabaya, pada Kamis (20/3)-Istimewa-

BELITONGEKSPRES.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) resmi menggelar Operasi Ketupat Semeru 2025 untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan operasi ini di Lapangan Upacara Grahadi, Surabaya, pada Kamis, 20 Maret. 

Dalam acara tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian turut hadir untuk menegaskan peran pemerintah daerah dalam mendukung kesiapan infrastruktur dan logistik.

Operasi ini akan melibatkan 164.298 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI-Polri, Basarnas, BMKG, Kementerian Perhubungan, serta relawan dari Pramuka dan lembaga terkait lainnya. 

Operasi ini akan berlangsung dalam dua tahap, dengan delapan Polda prioritas memulai lebih dahulu, sementara 28 Polda lainnya akan menggelar apel kesiapan pada 26 Maret.

Prediksi Lonjakan Pemudik dan Langkah Antisipasi

BACA JUGA:Menag Perpanjang Libur Sekolah Selama 20 Hari untuk Kurangi Kemacetan Arus Mudik

BACA JUGA:BKN Resmi Umumkan Jadwal Penetapan NIP CPNS dan PPPK 2024

Kapolri memperkirakan lonjakan arus mudik terjadi pada 28–30 Maret, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 5–7 April. Untuk memastikan kelancaran perjalanan, telah disiapkan 2.835 posko pengamanan, yang terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu. Sebanyak 126.736 titik pemantauan telah ditetapkan guna mengantisipasi potensi gangguan.

Sejumlah rekayasa lalu lintas akan diterapkan guna mengurangi kemacetan, termasuk pengaturan kendaraan sumbu tiga, sistem ganjil-genap, contraflow, dan one-way. Kapolri juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan hotline 110 jika membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kendala di perjalanan.

Peran Pemda dalam Menyukseskan Mudik Lebaran

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa kesiapaz pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam kelancaran mudik tahun ini. Sejak bulan lalu, koordinasi telah dilakukan untuk memastikan infrastruktur jalan siap, potensi banjir dapat diantisipasi, dan pengelolaan pasar tumpah dilakukan secara optimal untuk mencegah kemacetan.

Langkah-langkah inovatif juga diterapkan, seperti keputusan beberapa daerah di Jawa Barat yang meliburkan operasional delman selama puncak arus mudik. Mendagri mengapresiasi kebijakan ini, di mana para kusir delman mendapat kompensasi sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah.

BACA JUGA:BP Haji Ingatkan PPIH untuk Profesional Bertugas, Bukan Cari Kesempatan Numpang Naik Haji Gratis

BACA JUGA:Jadi Dirut PFN, Ifan Seventeen Diminta Segera Laporkan LHKPN

Selain aspek transportasi, kestabilan harga bahan pokok juga menjadi perhatian utama. Mendagri menyampaikan bahwa secara umum inflasi masih terkendali, meskipun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai, gula pasir, dan minyak goreng. 

Satgas Pangan Polri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan terus berupaya menindak tegas distributor yang melakukan praktik curang demi menjaga stabilitas harga.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan