Kapal Induk Terbaru AS Bakal Bernama Elon Musk Ini Alasannya!

Kapal Induk Terbaru AS Bakal Bernama Elon Musk Ini Alasannya!--(ANTARA/Reuters)

BELITONGEKSPRES.COM - Amerika Serikat kembali menjadi sorotan dengan keputusan kontroversial dalam penamaan kapal induk terbaru mereka. Kapal perang kelas Gerald R. Ford yang awalnya akan diberi nama USS Enterprise, kini justru akan dinamai Elon Musk. 

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Elon Musk bukanlah seorang tokoh militer atau mantan presiden, melainkan miliarder sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX yang juga dikenal sebagai donatur utama kampanye Presiden AS Donald Trump.

Kapal Canggih Pengganti USS Dwight D. Eisenhower

Kapal induk terbaru ini dijadwalkan diluncurkan pada November mendatang dan mulai beroperasi pada 2029. USS Elon Musk akan menggantikan USS Dwight D. Eisenhower, kapal yang selama ini menghormati salah satu jenderal Perang Dunia II sekaligus Presiden AS ke-34.

Yang membuat heboh, ini adalah pertama kalinya Angkatan Laut AS menamai kapal induk berdasarkan nama seseorang yang masih aktif berperan dalam pemerintahan, bukan tokoh bersejarah atau pahlawan militer. Publik pun menilai langkah ini lebih bersifat politis dibandingkan tradisional.

BACA JUGA:Wow! China Bangun PLTS Luar Angkasa, Energi Tak Terbatas untuk Masa Depan

Bagian dari Proyek "Make Shipbuilding Great Again"

Keputusan ini berkaitan dengan perintah eksekutif "Make Shipbuilding Great Again" yang dicanangkan oleh Trump. Program ini bertujuan meningkatkan produksi kapal perang AS di tengah ancaman ekspansi militer China di lautan Pasifik. Dalam pidatonya pada Februari lalu, Trump menegaskan kembali pentingnya pembangunan kapal induk secara cepat dan efisien.

"Dulu kita membuat banyak sekali kapal. Sekarang kita tidak banyak membuatnya lagi, tetapi kita akan membuatnya dengan sangat cepat, segera," kata Trump seperti dilansir dari Anadolu.

Teknologi Canggih dan Kritik Trump terhadap Sistem Digital

USS Elon Musk akan mengusung sistem peluncuran pesawat elektromagnetik terbaru, yang dianggap lebih efisien dan sesuai dengan visi Musk dalam teknologi energi listrik. 

BACA JUGA:Tarif Impor Trump Ancam Industri Otomotif AS: Harga Mobil Bisa Naik Drastis

Namun, sistem ini sempat mendapat kritik dari Trump pada 2017, yang lebih menyukai peluncuran pesawat dengan metode ketapel bertenaga uap.

"Teknologi digital menghabiskan ratusan juta dolar lebih banyak dan itu tidak bagus," ujar Trump kala itu, mengutip Antara.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan