Sawah Pokok Murah ala Djoni untuk Kesejahteraan Petani

Pj Wali Kota Padang, Andree Algamar ikut panen padi di Padang-Pemkot Padang-ANTARA/HO

BACA JUGA:Infrastruktur Jaringan Gas & Reformasi Subsidi Energi

Dia menjelaskan, di areal seluas 2,5 x 2,5 meter menghasilkan panen 7,6 kg gabah. Atau setiap hektar bisa menghasilkan gabah sekira 12 ton. Hasil panen program Sawah Pokok Murah ini jauh meningkat mencapai 11-12 ton, dibanding cara konvensional sebelumnya yang hanya menghasilkan 4-5 ton per hektare.

Darmini didampingi adiknya Dalwardi (54) yang juga petani sawah mengatakan, dengan Sawah Pokok Murah, banyak penghematan yang bisa dilakukan. Ia bercerita, dulu bercocok padi sawah dengan program konvensional, ia memerlukan tiga alat bajak dengan sewa Rp400.000 per hari. Pemakaian pupuk kimia (anorganik) pun dikurangi menjadi sepertiga, sehingga 100 kg pupuk setara sekitar Rp400.000 dan pestisida menghasilkan Rp200.000, bisa ditiadakan. Tak dibutuhkan lagi.

Melihat hasil nyata SPM yang dipraktikkan Darmini, kini sebanyak 85 KK dengan 5 kelompok tani, sudah menjalankan program SPM yang terus dipantau dan dibimbing Djoni. Dan untuk mendukung program SPM, Wali Nagari Sungai Gayo Lumpo telah menganggarkan 20 persen (atau Rp180 juta) dari Dana Desa tahun 2025 untuk mendukung program SPM.

Menurut Djoni, dengan program SPM, petani yang sebelumnya hanya dua kali panen dalam setahun, kini sudah bisa panen tiga kali setahun, dengan usia panen 105 hari.

BACA JUGA:'Entrepreneurial Spirit' dan Demokrasi Ekonomi

Jadi, dari praktik SPM, manfaat yang dirasakan petani adalah mudah dalam pengolahan, murah dalam biaya, hemat tenaga kerja, hasil panen unggul, tanah semakin subur, dan ramah lingkungan. Petani pun menikmati hasil panen yang membuatnya hidup lebih sejahtera.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman, akhir Januari 2025 lalu, sempat melihat langsung dan berdialog dengan para petani/kelompok tani di Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan tersebut.

“Metode Sawah Pokok Murah ini harus jadi program prioritas Kementerian Pertanian, karena menciptakan intensifikasi lahan dalam kerangka terwujudnya swasembada pangan yang jadi skala prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.

Mantan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengakui bahwa selama 5 tahun berinteraksi dengan Djoni, dia menjadi tahu perihal ilmu pertanian, cara dan strategi meningkatkan pendapatan petani. “Strategi GPP (gerakan pensejahteraan petani) adalah sebuah terobosan untuk mengatasi lingkaran setan masalah petani yang digagas Djoni,” katanya.

Irwan Prayitno mengakui, Djoni semasa menjadi PNS/ASN aktif telah meninggalkan banyak kenangan dan terobosan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani Sumatera Barat.

"Beliau orang pertama dan satu-satunya PNS yang pensiun 60 tahun dengan perpanjangan langsung 4 tahun dan pensiun dengan golongan 4E. Ini karena profesionalitas dan kinerjanya. Ratusan kali saya ke pelosok-pelosok menemui petani bersama Djoni," kata Irwan. (antara)

Oleh: Yurnaldi, Wartawan senior/wartawan utama.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan