Pengamat: Peningkatan Judi Online di Indonesia Dipengaruh Kekurangan Lapangan Kerja

Sejumlah pencari kerja mencari informasi lowongan pekerjaan pada bursa kerja di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (23/7/2024). Pemkab Madiun menggelar bursa kerja yangd diikuti 31 perusahaan dengan 3.000 lowongan pekerjaan guna mengurangi angka pengang--

BELITONGEKSPRES.COM - Pengamat Sosiologi dari Universitas Nasional, Nia Elvia, mengungkapkan bahwa meningkatnya aktivitas judi daring atau online di Indonesia merupakan akibat dari terbatasnya lapangan pekerjaan.

Menurut Nia, tingginya angka pengangguran yang tidak berkurang sejak pandemi Covid-19 memaksa banyak orang mencari solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang terus meningkat. Keterbatasan pekerjaan membuat judi online menjadi pilihan utama bagi mereka yang membutuhkan penghasilan tambahan.

"Riset menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia telah meningkat sejak pandemi, sementara peluang kerja sangat terbatas," ujar Nia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Dia menyarankan pemerintah untuk mengatasi masalah ini dengan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan mempermudah akses masyarakat ke peluang kerja. Selain itu, pemerintah juga diharapkan menyediakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar mereka dapat memperoleh pekerjaan atau memulai usaha.

BACA JUGA:Penundaan Pendaftaran CPNS 2024: Menteri PANRB Umumkan Jadwal Baru

BACA JUGA:Operasi Nila Jaya 2024, Polisi Musnahkan 3,89 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi

Nia percaya bahwa dengan pekerjaan yang layak dan pendapatan yang memadai, masyarakat akan lebih cenderung meninggalkan praktik judi online, yang secara sosial tidak dianggap sebagai pekerjaan yang prestisius.

Selain membuka lapangan kerja, Nia juga mengusulkan agar pemerintah melibatkan ulama dalam upaya mengurangi aktivitas judi online melalui pendekatan agama. Menurutnya, nilai dan norma agama dapat memainkan peran penting dalam membimbing perilaku masyarakat.

"Peran ulama perlu ditingkatkan untuk membantu mengatasi fenomena judi online. Nilai agama bisa menjadi panduan penting dalam kehidupan sehari-hari," tambah Nia. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan