Relawan Jantung

Dahlan Iskan--

Waktu itu tidak ada penghargaan materi pada dokter spesialis yang ikut WKS II. Dokter spesialis tapi penghasilan mereka kalah dengan tukang parkir.

Maka Paul mengusulkan agar peserta WKS II dapat penghasilan Rp 100 juta/bulan. Itu tidak ada artinya dibanding harga peralatan yang total senilai Rp 20 miliar –dibiarkan tidak terpakai.

"Pak menteri sudah setuju Rp 30 juta. Lumayan," ujar Paul.

Dr Mario yang kini bertugas di RSV Ben Mboi Kupang adalah dokter WKS II versi 2025. Asli NTT. Akan permanen di sana.

Dr Mario sudah belajar dari operasi perdana di Kupang. Tentu yang menjalankan operasi yang dari RS Sanglah, Bali. Tiga orang. Yang pegang pisau: dr Komang Adhi Sp.BTKV.

Dokter Komang 41 tahun. Ia operator utama di RSUP Ngurah Rai Sanglah, Bali.

Yang jadi asisten pertama Komang: dr Maizul Anwar Sp.BTKV. Usia 76 tahun. Relawan ahli. Dokter Maizul pensiunan RS Jantung Harapan Kita Jakarta.

Sedang asisten keduanya: dr Mario. Umur 32 tahun. Lulusan prodi BTKV FK Unair.

"Di pelaksanaan operasi itu peran Prof Paul sendiri di mana?”

"Saya bertugas mengawasi jalannya operasi. Mengawasi semua personel: dokter, perawat, perfusionist...," katanya.

"Apa itu perfusionist?"

"Petugas yang menjalankan mesin jantung HLM".

"Apa itu HLM?”

"Singkatan dari Heart Lung Machine. Selama operasi, pasien menggunakan jantung buatan, HLM," ujarnya.

Mesin HLM itu besar, rumit, banyak kabelnya. Tuhan menyederhanakannya dalam bentuk segumpal jantung sebesar genggaman tangan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan