Pengelola Penginapan Wajib Laporkan Keberadaan Tamu Asing Lewat APOA

Ilustrasi tamu di hotel-(Ist/dirjen imigrasi)-
Mereka harus memastikan bahwa data yang dipilih sudah sesuai dengan tamu yang benar-benar melakukan check-out.
Setelah melakukan verifikasi, mereka dapat melanjutkan dengan memilih tombol check-outpada aplikasi.
BACA JUGA:DLH Belitung Kerahkan Tim Kebersihan, Pastikan Lebaran 2025 Bebas Sampah
"Dengan langkah ini, laporan check-out tamu asing akan tersimpan dalam sistemdan menjadi bagian dari catatan pengawasan keimigrasian," ungkapnya.
Ia menjelaskan, proses itu penting untuk memastikan data orang asing di Indonesia tetap akurat dan terpantau dengan baik.
Mengacu pada data base Imigrasi per 24 Maret 2025, total data tamu asing di penginapan seluruh Indonesia yang tercatat di APOA yakni 78.077 orang, terdiri dari 23.835 check-in dan54.242 check-out.
Kemudian, orang asing itu berasal dari berbagi negara yakni didominasi oleh Australia sebanyak 13.104 orang, disusul Republik Rakyat Tiongkok sebanyak 12.493 orang, India 5.688 orang, Singapura 4.491 orang dan Jepang 3.869 orang.
Sementara itu, provinsi yang catatan okupansi orang asing dipenginapan tertinggi yaitu Bali sebanyak 47.772 orang, Kepulauan Riau 6.068 orang, JawaTimur 4.647 orang, Nusa Tenggara Timur 4.066 orang dan DK Jakarta 3.210 orang.
“Dengan adanya pelaporan yang lebih terstruktur, peluang untuk mendeteksi aktivitas ilegalyang dapat mengancam ketertiban umum dan kedaulatan negara menjadi lebih besar,” pungkasnya.
BACA JUGA:Premanisme Ormas Hambat Bisnis, Pemerintah Desak Tindakan Tegas
Sementara itu, Mendukung pernyataan tersebut, Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Safar Muhammad Godam menyebutkan, Ditjen Imigrasi terus menjalin kolaborasi dengan stakeholder terkait guna meningkatkan efektivitas pengawasan.
Dengan adanya aplikasi APOA dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pengawasan terhadap orang asing di Indonesia dapat berjalan lebih optimal.
"Penggunaan teknologi dalam sistem keimigrasian ini menjadi langkah maju dalam menjaga keamanan dan kedaulatannegara," tandasnya.