Dari Sampah Jadi Berkah: Masyarakat Manado Sulap Plastik Jadi Produk Bernilai

Koordinator Tim MMRC Novita Sikome, menunjukkan panel atap hasil daur ulang sampah plastik kepada Ketua Umum LSM Manengkel Solidaritas Sella Runtolalo (tengah) dan Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Lieke Kemb--(ANTARA/Jorie Darondo)

BACA JUGA:Masyarakat Belitung Diminta Pilah Sampah Sebelum Dibuang, Ini Manfaatnya

Apresiasi dari Pemerintah

Upaya MMRC dalam mendaur ulang sampah plastik sekaligus memberdayakan masyarakat mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. "Ini adalah sebuah kebanggaan, karena tidak semua orang memiliki kepedulian seperti yang dilakukan oleh MMRC," ujar Camat Tuminting, Hence Patimbano.

Pemerintah sangat mendukung berbagai inisiatif pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat. Kegiatan ini setidaknya dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik yang masuk ke TPA, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Selain itu, dalam berbagai kesempatan, pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat bahwa bukan hanya botol plastik yang memiliki nilai jual, tetapi juga jenis sampah plastik lainnya seperti tas kresek, yang bisa dikumpulkan dan diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Lieke Kembuan, juga menyampaikan apresiasi yang sama terhadap program daur ulang yang dijalankan oleh MMRC. Pemerintah Kota Manado mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Terlebih lagi, pemerintah pusat hingga daerah saat ini memberikan perhatian khusus terhadap penanganan sampah. Program MMRC sejalan dengan Gerakan Bersih Seluruh Indonesia yang dicanangkan langsung oleh Presiden.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, pemerintah setempat berencana membangun bank sampah di setiap lingkungan RT/RW serta bank sampah induk untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Manado.

BACA JUGA:Tegas! Bupati Beltim Terapkan Sanksi Pidana bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Menurut data, setiap hari Kota Manado menghasilkan sekitar 291 ton sampah, yang terdiri dari sampah organik dan anorganik, dengan dominasi sampah organik.

Dari jumlah tersebut, sekitar 42 persen merupakan sampah makanan, 9 persen berasal dari kebun, 2 persen kayu, 10 persen kertas, 9 persen plastik film, 7 persen plastik keras, 2 persen kaca, 2 persen kain dan karet, 1 persen logam, 3 persen produk kompleks, dan 13 persen lainnya.

Dengan kondisi ini, kehadiran MMRC yang berinisiatif mendaur ulang sampah plastik menjadi panel atap dan keranjang sampah mendapat sambutan positif. Sebab, selama ini sampah plastik seperti tas kresek dan kemasan plastik sering dianggap tidak bernilai dan sulit diolah kembali.

Para pemulung cenderung memilih sampah plastik dari botol kemasan karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Sementara itu, sampah plastik seperti tas kresek sering diabaikan oleh masyarakat karena dianggap tidak bernilai dan akhirnya menumpuk di TPA.

Namun, dengan inisiatif yang telah dirintis oleh MMRC serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah, pengelolaan sampah plastik di Kota Manado diharapkan menjadi lebih efektif. Selain mengurangi limbah, upaya ini juga dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar. (Jorie MR Darondo/Antara)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan