Meskipun demikian, AHA mencatat bahwa seseorang mungkin tidak dapat mengonsumsi cukup flavonoid dalam cokelat hitam untuk mendapatkan manfaat yang signifikan.
Meskipun mengonsumsi sedikit cokelat secara rutin dapat menjadi bagian dari diet seimbang, AHA menyarankan agar orang mengonsumsinya karena kesenangan mereka, bukan semata-mata karena alasan kesehatan.
5. Sayuran hijau
Sayuran hijau seperti kubis, sawi, kangkung, bayam, dan lobak kaya akan nitrat, yang membantu mengelola tekanan darah.
Penelitian dari tahun 2021 menunjukkan bahwa mengonsumsi setidaknya 1 cangkir sayuran hijau setiap hari dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
6. Bawang putih
Bawang putih memiliki sifat antibiotik dan antijamur yang disebabkan oleh bahan aktif utamanya, yaitu allicin.
Sebuah tinjauan pada tahun 2020 menyimpulkan bahwa bawang putih dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan meningkatkan fleksibilitas arteri.
BACA JUGA:Jarang Diketahui, Ini Manfaat Luar Biasa Konsumsi Kurma saat Berbuka Puasa
BACA JUGA:Flu Singapura Tengah Melanda Akibat Musim Pancaroba, Ketahui Gejala dan Pencegahannya
Bawang putih dapat meningkatkan cita rasa berbagai masakan gurih, termasuk tumisan, sup, dan omelet. Selain itu, bahan makanan ini juga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti garam sebagai penyedap rasa.
7. Delima
Delima mengandung antioksidan dan bahan-bahan lain yang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi dan aterosklerosis.
Sebuah uji coba pada tahun 2018 menunjukkan bahwa konsumsi jus delima setiap hari dapat mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita diabetes. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.
Sebuah tinjauan pada tahun 2017 terhadap delapan uji coba pada manusia menemukan bukti bahwa mengonsumsi jus delima secara konsisten dapat menurunkan tekanan darah.
8. Pisang