Indonesia Malah Berlimpah Telur di Tengah Krisis Global, Apa Penyebabnya?

Peternak memanen telur ayam ras di peternakan ayam petelur di Wonokoyo, Malang, Jawa Timur--(ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU)

Beberapa inovasi yang dapat mendukung industri ini antara lain pemanfaatan limbah pertanian sebagai substitusi pakan unggas, pengembangan teknologi fermentasi pakan, serta pemanfaatan serangga seperti black soldier fly (BSF) sebagai sumber protein alternatif.

Dengan langkah-langkah ini, industri unggas Indonesia dapat semakin mandiri dan kompetitif di pasar global.

Insentif untuk Industri

Agar surplus telur dapat dimanfaatkan secara optimal, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, peternak, dan pelaku industri.

Kebijakan yang mendukung stabilitas harga pakan, insentif bagi industri yang mengembangkan produk berbasis telur, serta dorongan ekspor ke pasar potensial harus menjadi prioritas utama.

Selain itu, strategi promosi produk telur Indonesia di pasar global juga perlu diperkuat dengan branding yang tepat.

BACA JUGA:Deretan Manfaat Mengonsumsi Telur Rebus untuk Kesehatan, Mudah dan Sehat!

Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan sangat mengutamakan kualitas serta keamanan pangan. Oleh karena itu, sertifikasi dan standar produksi harus disesuaikan agar produk telur Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.

Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memperluas dominasi di pasar regional.

Jika dikelola dengan baik, surplus telur ini bisa menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam industri berbasis telur di tingkat global.

Alih-alih sekadar menghadapi kelebihan pasokan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk ekspansi dan inovasi, sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan kesejahteraan peternak semakin meningkat.

Dengan kebijakan yang tepat, pemanfaatan teknologi, dan strategi pemasaran yang efektif, sektor unggas bisa menjadi pilar baru dalam perekonomian Indonesia.

Surplus telur bukan hanya soal melimpahnya produksi, tetapi juga peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas pasar.

Jika dikelola secara optimal, kondisi ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia di tingkat global. (Antara)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan