Berburu Baju Lebaran di Pasar Tanah Abang: Sensasi Belanja Langsung yang Tak Tergantikan

Sejumlah warga yang berburu baju lebaran di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (26/3/2025)--(ANTARA/Khaerul Izan)
BACA JUGA:Airlangga Hartarto Optimistis Rupiah dan IHSG Akan Bangkit dari Tekanan Pasar
Menurut Anton, melemahnya daya beli masyarakat tercermin dari turunnya konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor perdagangan dan jasa ikut merasakan dampaknya seiring dengan berkurangnya pengeluaran masyarakat.
Dalam keterangan resminya di website UMS, Anton mengungkapkan bahwa pada awal 2025, sekitar 14.000 pekerja formal kehilangan pekerjaan akibat penurunan di sektor manufaktur. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan rumah tangga dan semakin menekan daya beli masyarakat.
Ekonom UMS tersebut mengusulkan beberapa langkah strategis yang bisa diambil pemerintah, baik untuk jangka pendek maupun panjang.
Dalam jangka pendek, pemerintah dapat memperluas cakupan program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan, dengan menambah jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat yang terdampak langsung oleh kondisi ekonomi saat sekarang.
Senada dengan Anton, Ekonom dan Pengamat Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai bahwa penurunan daya beli bukan sekadar fluktuasi ekonomi, melainkan tantangan serius yang perlu segera diatasi.
BACA JUGA:Tak Serap Gabah Petani, Kepala Bulog Nganjuk Dicopot Mentan Amran
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia menyusut dari 21,5 persen pada 2019 menjadi 17,1 persen pada 2024. Artinya, sekitar 10 juta orang mengalami ketidakpastian ekonomi tanpa mendapat bantuan yang signifikan dari pemerintah.
Penurunan daya beli ini juga dirasakan langsung oleh pedagang di Pasar Tanah Abang, yang mengakui bahwa momen Lebaran 2025 tidak seramai tahun sebelumnya.
Penurunan omzet di Pasar Tanah Abang tidak hanya disebabkan oleh persaingan dengan toko daring, tetapi lebih dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat.
Buktinya, pada Lebaran 2024, meskipun e-commerce terus berkembang, para pedagang masih mampu meraih omzet yang lebih tinggi dibandingkan dengan Lebaran 2025.
Meski persaingan dengan toko daring semakin ketat, pengalaman berbelanja langsung di Pasar Tanah Abang tetap memiliki daya tarik tersendiri. Namun, penurunan daya beli yang terjadi saat ini menjadi tantangan besar bagi pedagang dan sektor ritel secara keseluruhan.
BACA JUGA:Pelemahan Rupiah Dinilai Wajar, Airlangga: Fundamental Ekonomi Kuat
Ke depan, diperlukan langkah konkret dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha, untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Sebab, bagi banyak orang, belanja di Tanah Abang bukan hanya soal mendapatkan pakaian baru, tetapi juga bagian dari tradisi yang melekat erat dengan perayaan Lebaran. (ANTARA)