
Dalam kesempatan tersebut, Aster Kasdam Jaya bersama jajaran pejabat turut ambil bagian dalam prosesi penanaman bibit padi unggulan. Langkah ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
Berbagai aktivitas yang dilakukan juga menegaskan bahwa program ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif dari semua elemen, termasuk prajurit TNI AD.
Keamanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan program ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan jangka panjang.
Upaya swasembada pangan kini menghadirkan paradigma baru—bukan sekadar peningkatan produksi, tetapi juga mencakup kesejahteraan petani. Swasembada dan kesejahteraan harus berjalan seiring agar ketahanan pangan dapat benar-benar terwujud.
Kehadiran TNI AD menjadi secercah harapan bagi para petani untuk meraih impian menjadi petani sukses. Dengan membawa transformasi di sektor pertanian, para prajurit turut mendorong efisiensi, produktivitas, dan kualitas hasil pertanian di Indonesia.
BACA JUGA:Kementan Kembangkan Padi Organik untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Transformasi ini mencakup pemanfaatan teknologi modern, pengembangan varietas tanaman unggul, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, hingga peningkatan kapasitas petani serta penguatan pasar produk pertanian.
Dalam perspektif kebijakan pertanian, transformasi ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, serta pendapatan petani demi ketahanan pangan nasional. Semoga petani Indonesia semakin sejahtera. Terima kasih Pak Tani, terima kasih TNI—penjaga gerbang ketahanan pangan bangsa. (ANTARA)