Kaya Sebenarnya
Dahlan Iskan--
Arif pun bercerita: tanah di Wajak kini sudah menjadi 60 x 100 meter. Penghuni Griya Lansia-nya sudah 146. Ada yang masih punya keluarga, tapi tidak ada di antara mereka yang mau mengurus.
Bahkan ada keluarga yang mengantarkan orang tua ke Wajak dengan pesan khusus: kalau kelak meninggal dunia tidak usah kirim kabar. Langsung dimakamkan saja di Wajak.
Ada juga anak yang mengantarkan orang tua dengan sisa dendam masa nan lama: ibunyi itu, dulu, tidak mau mengurusnyi, saat dia masih bayi. Lalu jadi bayi telantar.
Akhirnya Arif harus membeli tanah untuk kuburan. Tidak semua yang meninggal di situ bisa diterima pemakaman desa terdekat.
BACA JUGA:Humor Gagap
BACA JUGA:Unair Green
Kini juga sudah dibangun aula di Griya Lansia Wajak: Aula Misenan --diambil dari nama orang yang ditemukan di pinggir sungai. Misenan sendiri sudah meninggal dunia --kemarin tepat 1000 harinyi.
Di balik penampilan fisiknya yang kalem, Arif ternyata teguh pada niat dan misi. Kemarin ia meletakkan batu pertama pembangunan Villa Yatim di Mojokerto.
Kini komunitas itu sudah merawat 80 anak yatim khusus yatim yang miskin. Sekarang mereka masih ditampung di rumah sementara –menunggu Villa Yatim selesai dibangun.
Arif juga sudah membangun Griya ODGJ isinya 42 orang tua yang Anda sudah tahu sedang kekurangan apa.
Ada lagi griya khusus untuk merawat bayi telantar dan terbuang. Termasuk yang lahir dari hubungan yang tidak diinginkan. Sudah tujuh bayi mereka rawat.
Arif menjadi sangat sibuk di pelayanan ini. Percetakannya tidak lagi diurus. Tetap berjalan tapi sangat kecil.
Ia sendiri seperti tidak ada lagi minat menjadi kaya. Hidupnya habis untuk melayani. Saya melihat ia sudah menjadi orang yang kaya dalam arti sebenar-benarnya.