Matahari Penjaga Swasembada Pangan
Ilustrasi. Foto udara pompa air tenaga surya mengairi irigasi lahan pertanian padi di Lumajang, Jawa Timur-Irfan Sumanjaya-ANTARA FOTO
Pada kondisi sederhana,misalnya sumber air dekat dan topografi relatif datar, biaya dapat ditekan pada kisaran bawah.
Sebaliknya, pada lahan dengan sumur dalam, jaringan pipa panjang, atau kebutuhan air tinggi, biaya meningkat karena memerlukan pompa dan kapasitas panel yang lebih besar.
BACA JUGA:DEN Targetkan Impor BBM Dihentikan Bertahap demi Swasembada Energi
Struktur biaya instalasi tidak hanya mencakup panel surya, tetapi juga komponen pendukung seperti pompa air, inverter atau controller, rangka panel, serta instalasi pipa.
Dalam banyak kasus, komponen non-panel justru menjadi bagian signifikan dari total investasi, terutama jika diperlukan pembangunan tandon air, pondasi rangka, atau infrastruktur distribusi ke seluruh petak lahan.
Oleh karena itu, perencanaan teknis yang tepat—termasuk pemilihan kapasitas sistem sesuai kebutuhan air tanaman—menjadi kunci untuk menghindari pemborosan investasi.
Meskipun biaya awal relatif tinggi dibandingkan pompa berbahan bakar diesel, sistem energi surya menawarkan keunggulan pada biaya operasional yang sangat rendah karena tidak memerlukan bahan bakar harian.
Dalam jangka menengah hingga panjang, penghematan biaya energi ini dapat menutup investasi awal, sekaligus meningkatkan kemandirian petani terhadap fluktuasi harga energi.
Dengan demikian, energi surya tidak hanya dipandang sebagai teknologi alternatif, tetapi sebagai investasi strategis dalam mendukung keberlanjutan dan ketahanan sistem pangan, terutama di tengah tekanan krisis energi dan variabilitas iklim seperti El Nino.
BACA JUGA:Bawang Putih Masuk Roadmap Swasembada Nasional hingga 2029
Penggunaan energi surya untuk irigasi telah berkembang pesat di India dan Asia Selatan sebagai respons terhadap krisis energi dan ketidakpastian iklim.
Sistem solar irrigation pump (SIP) di negara tersebut umumnya dirancang untuk melayani lahan sekitar 0,5 hingga satu hektare, dengan keunggulan utama berupa biaya operasional mendekati nol setelah instalasi.
Di India, kebutuhan energi untuk pompa irigasi sangat besar, lebih dari 28 juta unit pompa digunakan secara nasional, sebagian besar masih bergantung pada listrik dan diesel.
Oleh karena itu, transisi ke energi surya menjadi strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan energi sekaligus menjaga keberlanjutan air dan pangan.
Pemerintah India secara agresif mendorong adopsi melalui program nasional untuk peningkatan kesejahteraan petani India. Pemerintah memberikan subsidi hingga 60–90% biaya instalasi kepada petani.