Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Matahari Penjaga Swasembada Pangan

Ilustrasi. Foto udara pompa air tenaga surya mengairi irigasi lahan pertanian padi di Lumajang, Jawa Timur-Irfan Sumanjaya-ANTARA FOTO

Persiapan menghadapi kedatangan El Nino harus dilakukan segera agar dampaknya tidak merambat berat. Saat itu terjadi yang paling dulu terasa bukan sekadar panas, tetapi hilangnya air dari tanah.

Hujan berkurang, sungai menyusut, dan kelembapan tanah turun drastis. Pada saat yang sama, krisis energi akibat perang teluk membuat biaya pompa air meningkat, distribusi pupuk terganggu, tanaman tak akan tumbuh optimal. Maka produksi pangan akan tertekan.

Di titik inilah kita menghadapi multi krisis: air berkurang, energi mahal, pangan terancam.

Namun ada satu sumber energi yang tidak pernah berhenti bekerja; matahari.

Selama ini, energi surya lebih sering diposisikan sekadar sebagai sumber listrik. Padahal, dalam sektor pertanian, perannya jauh lebih strategis, yakni sebagai penggerak sistem pangan.

Melalui pemasangan panel surya di lahan pertanian, energi ini dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung berbagai aktivitas produksi, mulai dari penyediaan air hingga penanganan pascapanen.

Pertama, energi surya dapat menghidupkan pompa air untuk irigasi tanpa bergantung pada bahan bakar fosil. 

BACA JUGA:Mentan Percepat Swasembada Pangan, Deregulasi dan Modernisasi Jadi Kunci

Dalam kondisi El Nino, ketika kebutuhan air meningkat, sistem ini menjadi penyelamat. Air dapat dipompa secara konsisten tanpa terbebani biaya operasional yang tinggi.

Kedua, energi surya mendukung pengeringan hasil panen. Pada komoditas seperti padi, jagung, dan kopi, pengeringan yang tidak optimal sering menjadi sumber kehilangan hasil. 

Dengan sistem pengering berbasis surya, kualitas produk dapat dipertahankan, sekaligus mengurangi kerugian petani.

Ketiga, energi surya memungkinkan penyimpanan dingin (cold storage) di wilayah yang selama ini sulit dijangkau listrik. Ini penting untuk menjaga kesegaran produk hortikultura dan perikanan, serta mengurangi kehilangan pascapanen.

Tanah terlupakan

Dalam pembahasan tentang pangan, tanah sering dianggap sebagai media pasif. Padahal, tanah adalah sistem biofisik yang mengatur air, hara, dan produktivitas.

Saat El Nino, kelembapan tanah turun, struktur agregatnya rusak dan aktivitas mikroorganismenya turun. Jika kekeringan berlangsung lama, tanah tidak hanya kehilangan air, tetapi juga kehilangan fungsi ekologisnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan