Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah dengan Deregulasi dan Penguatan Ekspor
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (26/3/2025)-Andi Firdaus-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui deregulasi dan kelancaran ekspor. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempermudah perizinan guna meningkatkan aktivitas perdagangan internasional.
"Ekspor harus terus berjalan, perizinan dipermudah, dan deregulasi dilakukan agar impor dan ekspor lebih lancar," ujar Airlangga setelah rapat dengan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 27 Maret.
Meski nilai rupiah sempat berfluktuasi dalam beberapa hari terakhir, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat. Hal ini didukung oleh cadangan devisa yang stabil, neraca perdagangan yang positif, serta kebijakan penyimpanan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri.
Pada perdagangan Rabu pagi, rupiah menguat 8 poin menjadi Rp16.604 per dolar AS, dan ditutup naik 24 poin ke Rp16.588 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat ke level Rp16.588 per dolar AS.
BACA JUGA:Indonesia Perkuat Ketahanan Energi dengan Transisi Bertahap dan Investasi CCS
BACA JUGA:DEN Dorong Deregulasi untuk Ciptakan Iklim Investasi yang Lebih Kompetitif
Airlangga menekankan bahwa fluktuasi nilai tukar merupakan bagian dari dinamika pasar dan masih dalam batas wajar. Ia optimistis bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan, termasuk optimalisasi DHE, akan semakin memperkuat posisi rupiah dalam jangka menengah dan panjang. (antara)