Dari Rojali Hari Ini, Menuju Pahlawan Finansial Esok Hari
Ilustrasi: Seorang pengunjung melihat produk sepatu di mal Grand Indonesia--(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/am)
Sebaliknya, ikhtiar yang dijalankan dengan penuh integritas, meski hasilnya lambat, sesungguhnya sedang membangun “tabungan kebaikan”. Simpanan ini tidak hanya kembali dalam bentuk rezeki yang bersih dan berkelanjutan, tetapi juga hadir dalam bentuk yang kerap tak terduga. Dukungan pelanggan yang setia, ketahanan saat menghadapi krisis, kesehatan yang terjaga, dan yang terpenting --ketenangan batin yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Menariknya, prinsip keseimbangan alam yang selama ini dipandang sebagai filosofi kuno, ternyata didukung oleh bukti ilmiah modern. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Behavioral and Experimental Economics (Wiese, 2023) menemukan bahwa ketika individu diingatkan pada konsep karma, mereka cenderung menunjukkan perilaku yang lebih jujur dan etis.
Ini membuktikan bahwa apa yang disebut sebagai “Hukum Keseimbangan” bukan sekadar keyakinan spiritual, tetapi juga mekanisme psikologis yang nyata dalam mendorong integritas dan memperkuat motivasi untuk hidup berdasarkan nilai-nilai yang benar.
Dalam konteks sosial saat ini, fenomena rojali (rombongan janda lintang pukang akibat judi online) dan maraknya korban dari jerat judol-pinjol adalah alarm sosial yang tak bisa diabaikan. Solusi jangka pendek semata tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah pendekatan menyeluruh yang membangun kapasitas individu secara utuh. Mulai dari revolusi etika pribadi, penemuan kekuatan diri, hingga protokol pemulihan saat krisis melanda.
Kerangka sistematis yang telah dipaparkan dalam tulisan ini merupakan peta jalan menuju transformasi personal yang berkelanjutan, bukan hanya menyelamatkan dari kehancuran ekonomi, tetapi juga memulihkan martabat hidup.
Panggilan utama bagi setiap individu adalah satu: menolak mentalitas “uang instan” yang menyesatkan, dan berani memilih jalan hidup yang lebih terhormat, membangun kemakmuran dari fondasi integritas dan kompetensi sejati.
Inilah makna atau esensi terdalam dari transformasi sosial: membentuk pribadi tangguh, yang tak hanya memiliki harta yang cukup, tetapi juga hati yang tenang, harga diri yang terjaga, dan hidup yang membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.
*) Baratadewa Sakti P adalah Praktisi Keuangan Keluarga & Pendamping Keuangan Bisnis UMKM