Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Gelombang PHK Massal Ancam Ekonomi Indonesia, Ini Solusi dari Celios

Ilustrasi: pemutusan hubungan kerja (PHK)--(freepik)

Dalam menghadapi badai PHK ini, Bhima menilai peran aktif pemerintah menjadi krusial. Ia mendorong adanya peningkatan belanja negara secara ekspansif untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja yang terdampak.

“Ketika sektor swasta sedang melakukan penghematan, maka kuncinya ada di pemerintah untuk meningkatkan belanja dan mendorong stimulus fiskal,” ujarnya.

BACA JUGA:BI Jaga Stabilitas Rupiah, PHK Massal Bayangi Ekonomi Indonesia

Salah satu solusi yang ia tawarkan adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PHK. Tim khusus ini bertugas mempertemukan para korban PHK dengan perusahaan-perusahaan yang masih membutuhkan tenaga kerja melalui platform bursa kerja digital dan offline.

Hal ini dinilai lebih efektif dibanding membiarkan para pekerja mengandalkan sektor informal yang rawan dan tidak stabil.

Selain itu, Bhima menekankan pentingnya peran BUMN dan anak usahanya untuk menjadi bagian dari solusi. BUMN harus membuka lebih banyak lapangan kerja dan memperluas rekrutmen bagi korban PHK.

Dorongan Revisi UU Ketenagakerjaan dan Penghapusan Diskriminasi Kerja

Bhima juga menyoroti adanya hambatan sistemik berupa syarat kerja yang diskriminatif. Banyak korban PHK kesulitan mendapatkan pekerjaan baru karena terbentur syarat usia, jenis kelamin, hingga pengalaman kerja yang tak masuk akal.

BACA JUGA:PHK Meningkat, BI Sebut Berpotensi Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ia pun mendorong revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan agar praktik diskriminatif tersebut dihapuskan, terutama dalam rekrutmen BUMN dan perusahaan besar lainnya.

"Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan untuk menghapus syarat-syarat lamaran kerja yang diskriminatif menjadi sangat urgen dan mendesak agar para korban PHK dapat kembali bekerja di sektor formal," tegasnya.

Selain menjamin lapangan kerja, Bhima juga menekankan agar hak-hak korban PHK seperti pesangon dan pembayaran BPJS benar-benar dipenuhi. Hal ini bukan hanya menyangkut hukum, tetapi juga moral dan tanggung jawab sosial negara terhadap rakyatnya.

Jalan Keluar dari Krisis

Situasi PHK massal bukan sekadar persoalan ketenagakerjaan, melainkan soal keberlanjutan ekonomi nasional. Jika tidak segera direspons dengan kebijakan fiskal yang agresif dan strategi perlindungan tenaga kerja yang inklusif, Indonesia bisa menghadapi tekanan sosial yang lebih dalam.

BACA JUGA:Apindo Tegaskan Fokus pada Penciptaan Lapangan Kerja Bagi Korban PHK

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan