Strategi Baru: BTN Genjot KPR Non-Subsidi Lewat Sales Force Management
Gedung PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di Jakarta-BTN/aa-ANTARA/HO
BELITONGEKSPRES.COM - Dalam upaya memperkuat pijakan bisnis di sektor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non-subsidi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) menempuh pendekatan baru dengan berfokus pada peningkatan kapabilitas dan produktivitas tenaga penjualnya.
Strategi ini menjadi salah satu pilar utama BTN untuk mendorong pertumbuhan bisnis hingga tiga kali lipat dalam waktu dekat.
Transformasi ini diwujudkan melalui program bertajuk "New Sales Force Management", yang tidak hanya menata ulang pola kerja tim penjualan, tetapi juga memperluas orientasi pemasaran dari sebelumnya berfokus pada mitra pengembang menjadi lebih menyasar langsung konsumen akhir.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengungkapkan bahwa transformasi yang telah diuji coba sejak pertengahan 2024 di lima kantor cabang menunjukkan hasil positif. Peningkatan produktivitas tim sales terbukti signifikan, mendorong BTN melanjutkan program ini secara nasional pada April 2025.
BACA JUGA:Jumlah Pemudik Turun di 2025, Menhub: Bukan Indikasi Ekonomi Melemah
BACA JUGA:Prabowo Sebut Posisi Indonesia Netral dalam Ketegangan Perdagangan AS-China
“Transformasi ini adalah bentuk investasi BTN terhadap sumber daya manusianya, terutama di garda terdepan. Tim sales adalah penggerak utama pertumbuhan bisnis KPR, terutama di segmen non-subsidi yang menjadi fokus pengembangan jangka panjang,” jelas Hirwandi.
BTN menerapkan berbagai pembaruan, mulai dari sistem insentif yang lebih kompetitif dan adil, penetapan target yang terukur, hingga pelatihan kompetensi secara terstandardisasi. Bahkan, struktur organisasi dan peran tenaga penjual turut dirombak untuk mendukung efektivitas kerja.
Di tengah dinamika pasar perbankan yang semakin kompetitif, BTN juga mendorong tim penjualnya melakukan cross-selling melalui pendekatan langsung ke institusi dan kementerian yang telah menjadi mitra pendanaan BTN. Pendekatan ini dinilai efektif memperluas penetrasi ke pasar end-user.
“Kami ingin para tenaga penjual tidak hanya menjual produk, tetapi juga menciptakan permintaan di pasar. Mereka harus mampu membangun hubungan yang kuat dengan pengembang agar menjadikan BTN sebagai mitra utama,” ujarnya.
BACA JUGA:OJK Berhasil Hentikan 1.332 Pinjol dan Investasi Ilegal Hingga Maret 2025
BACA JUGA:Prabowo Upayakan Dialog Langsung dengan Trump soal Tarif Impor
Meski dikenal luas sebagai pemain dominan di sektor KPR subsidi, BTN menilai segmen non-subsidi memiliki potensi pertumbuhan dan profitabilitas yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, bank pelat merah ini mengalihkan sebagian fokusnya untuk menggenjot pembiayaan rumah non-subsidi, demi menjaga keseimbangan portofolio dan mendorong yield perusahaan secara lebih optimal.
Hingga akhir 2024, BTN mencatat penyaluran KPR non-subsidi sebesar Rp105,95 triliun atau tumbuh 10,2 persen (yoy). Saat ini, segmen ini menyumbang hampir 30 persen dari total portofolio kredit BTN.