Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Wartawan Dikeroyok Saat Liputan di Beltim, PWI Babel Desak Kapolda Tangkap Pelaku

Wartawan Dikeroyok Saat Liputan di Beltim, PWI Babel Desak Kapolda Tangkap Pelaku-Istimewa-

Lendra atau yang akrab disapa Kacak menjelaskan bahwa awalnya ia menerima panggilan dari Kepala UPT KPHP Gunung Durin, Cahyono, untuk bertemu di Kecamatan Manggar. Pertemuan guna klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai kawasan hutan lindung.

"Saya bersama dua rekan, Herlambang dan Jasman, berangkat ke Manggar sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba sekitar pukul 11.00 WIB. Kami kemudian diarahkan untuk bertemu di Kedai Kopi 1001 untuk membahas klarifikasi tersebut," jelas Kacak.

Setelah wawancara, Cahyono mengajak mereka menuju lokasi kawasan tambak udang untuk melakukan pengecekan titik koordinat secara langsung. Di titik pertama, lokasi dinyatakan berada di luar kawasan hutan.

BACA JUGA:Kerja Sama Unsoed dan Beltim: Akselerasi Pendidikan, Penelitian, dan Pemberdayaan

BACA JUGA:Unsoed dan Pemkab Beltim Siap Teken MoU Kerja Sama Pendidikan, Sediakan 1.000 Beasiswa

Namun saat berpindah ke titik kedua, hasil koordinat menunjukkan lokasi tersebut berada dalam kawasan hutan. “Cahyono bahkan mengakui secara langsung bahwa tempat kami berdiri memang masuk dalam kawasan hutan,” ungkapnya.

Setelah peninjauan selesai, mereka berjalan kembali ke mobil yang diparkir sekitar 300 meter dari lokasi, situasi mendadak berubah. Sekitar 30 orang sudah menunggu mereka di dekat mobil.

“Di sana kami langsung diintimidasi secara verbal, kemudian terjadi kekerasan fisik. Saya dan rekan-rekan dikeroyok secara brutal oleh kelompok tersebut,” kata Lendra.

Setelah kejadian, mereka langsung melakukan visum dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Beltim sebagai tindak pidana penganiayaan terhadap jurnalis.

BACA JUGA:Gubernur Babel Ungkap Hasil Investigasi Dugaan Ijazah Palsu Wagub Hellyana, Serahkan Proses Hukum ke Polisi

BACA JUGA:Konflik Gubernur-Wagub Babel Dinilai Krisis Moral, IMM: Rakyat Jadi Korban!

Respons Kapolres Beltim 

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Beltim AKBP Feri Indra Dalimunthe menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memverifikasi dan menindaklanjuti laporan tersebut. “Saya cek dulu,” jawab singkat Kapolres saat dikonfirmasi awak media.

Kasus ini menjadi perhatian serius komunitas pers dan masyarakat luas. PWI Babel mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas dan memberikan keadilan bagi korban, serta memastikan perlindungan hukum terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya.***

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan