Bulog Pastikan HET Beras SPHP Tak Naik Meski Harga Medium Naik
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (1/9/2025)-Maria Cicilia Galuh-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap bertahan di angka Rp12.500 per kilogram. Menurutnya, kebijakan ini penting agar masyarakat tidak semakin terbebani di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Meski begitu, Rizal menjelaskan bahwa penyesuaian HET berlaku untuk beras medium di luar program SPHP. Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan kenaikan HET beras medium menjadi Rp13.500 per kilogram di sebagian besar wilayah, dan mencapai Rp15.500 per kilogram di Papua serta Maluku.
Aturan ini dituangkan dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 sebagai langkah jangka pendek menjaga stabilitas harga serta kelancaran distribusi beras.
Untuk beras premium, Rizal memastikan harga eceran tertinggi tidak mengalami perubahan. Sementara itu, Bulog sudah menyalurkan sekitar 19 persen dari target 1,3 juta ton beras SPHP pada periode Juli hingga Desember 2025. Rata-rata distribusi mencapai 6.000–6.500 ton per hari, bahkan pernah menyentuh angka 10.000 ton saat pelaksanaan Gerakan Pangan serentak.
BACA JUGA:Produksi Beras Juli 2025 Tembus 2,77 Juta Ton, Naik 35 Persen
BACA JUGA:OIKN Sebut Lima Investor Kazakhstan Siap Tanam Modal di Ibu Kota Nusantara
Penyesuaian harga beras medium hingga Rp2.000 per kilogram dinilai perlu agar pelaku penggilingan tidak terbebani, sekaligus mengurangi disparitas harga antara jenis beras.
Pemerintah menekankan langkah ini sebagai solusi jangka pendek untuk menjaga pasokan, distribusi, dan keterjangkauan harga beras di pasar domestik. (ant)