Rencana RS Jantung dan Stroke di Babel Disorot, DPRD Minta Pemprov Kaji Ulang
Anggota Komisi I DPRD Babel, Muchtar Motong-Istimewa-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung dan Stroke di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun 2026 mendapat sorotan.
Sorotan tajam datang dari sejumlah anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel. Salah satunya dilontarkan anggota Komisi I DPRD Babel, Muchtar Motong, yang meminta dikaji ulang.
Menurut Muchtar, yang juga Ketua Forum Presidium Pembentukan Provinsi Kepulauan Babel, dari pada membangun rumah sakit baru sebaiknya pemerintah fokus mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada.
“Menurut saya, rencana pembangunan RS Jantung dan Stroke yang disampaikan Pak Gubernur sebaiknya dievaluasi kembali oleh Pemprov,” ujarnya saat dihubungi Belitong Ekspres, Selasa (5/8/2025).
BACA JUGA:Ratusan Ton Timah Ilegal Kembali Dikirim ke Bangka, ASDP Tanjung RU Bungkam
BACA JUGA:Suhirman Persoalkan Pemberitaan Tak Berimbang, Babelterkini Siap Layani Hak Jawab
Ia menilai, rumah sakit yang ada saat ini sebenarnya sudah cukup memadai untuk dikembangkan menjadi rumah sakit rujukan termasuk untuk layanan spesialis jantung dan stroke.
“Rumah sakit kita sekarang sudah besar dan peralatannya sudah cukup canggih, hanya saja belum memiliki operator atau dokter spesialis. Jadi, pengembangannya menjadi rumah sakit jantung masih terbatas,” kata Muchtar.
Ia juga menyoroti kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Babel yang menurutnya belum stabil. Selain itu pemerintah pusat juga telah mengeluarkan arahan untuk melakukan efisiensi anggaran.
“Jadi menurut saya, fokus saja dulu. Kalau mau rumah sakit jantung, cukup kembangkan saja rumah sakit yang sudah ada,” tegasnya.
BACA JUGA:DLH Belitung Ajak Masyarakat Bijak Kelolah Sampah, Selama Rangkaian Kegiatan Bulan Agustus
BACA JUGA:Diduga Dibekingi Aparat, Tambang Timah Ilegal Belitung Dilaporkan ke Presiden
“Jangan sampai kita membangun rumah sakit baru, tapi kemudian tidak mampu memeliharanya. Ini bisa menjadi kebiasaan buruk. Bisa bangun, tapi tidak bisa maintenance,” lanjut Muchtar.
Atas dasar itu, Muchtar berharap Gubernur Babel mengkaji ulang rencana pembangunan RS Jantung dan Stroke. Ia juga meminta pemerintah provinsi lebih memprioritaskan upaya peningkatan perekonomian masyarakat.