Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Dari Pilkada ke Penjara, Mahalnya Ongkos Politik Lokal di Indonesia

Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa untuk tahapan Pilkada serentak 2024 digiring penyidik untuk dilakukan penahanan Rutan, di Kantor Kejaksaan Negeri Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Senin (1/12/2025) malam--(ANTARA/Darwin Fatir)

Karena itu, reformasi partai politik menjadi kunci penting dalam memperbaiki kualitas demokrasi lokal.

Partai politik perlu memperkuat sistem kaderisasi yang menekankan pendidikan etika politik, kepemimpinan publik, serta pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

BACA JUGA:Demokrasi Pancasila Sebagai Katalis Kesejahteraan Ekonomi Bangsa

Selain itu, partai politik juga perlu menerapkan mekanisme seleksi kandidat yang lebih ketat dan berbasis meritokrasi.

Proses pencalonan kepala daerah tidak seharusnya hanya didasarkan pada popularitas atau kemampuan finansial kandidat, tetapi juga harus mempertimbangkan rekam jejak integritas serta kapasitas kepemimpinan.

Pada akhirnya, kualitas demokrasi lokal sangat bergantung pada kualitas aktor politik yang dihasilkan oleh partai politik.

Jika fungsi kaderisasi dijalankan secara serius, peluang lahirnya pemimpin daerah yang berintegritas dan kompeten akan semakin besar.

Sebaliknya, jika partai politik terus mengabaikan fungsi pendidikan politik dan kaderisasi, demokrasi lokal akan tetap dibayangi siklus yang sama: kontestasi politik yang mahal, kekuasaan yang transaksional, dan korupsi yang berulang.

*) Wahyudi Pramono, Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara Jakarta

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan