Cegah Anak-anak Kecanduan Medsos dengan Seni Lukis Tiup
Relawan memberi arahan anak-anak disabilitas fisik belajar seni lukis tiup yang dikelola Yayasan Peduli Kemanusian (YPK) Bali di Gedung Annika Linden Centre Denpasar, Jumat (6/2/2026)-Dewa Ketut Sudiarta Wiguna-ANTARA
Pertama, anak-anak diajak bermain warna pada kanvas.
Mereka kemudian diajarkan menuang warna dengan metode lapisan, misalnya dari warna terang, kemudian ditumpuk dengan warna lebih gelap.
Setelah warna tersusun, mereka kemudian meniupnya. Bisa tiupan panjang atau tiupan pendek, semuanya bebas ditentukan oleh sang anak.
Tiupan demi tiupan menggunakan sedotan itu menghasilkan tekstur warna baru.
Sesekali di sela anak-anak fokus meniup, tawa dan canda mereka memecah suasana karena satu sama lain saling berinteraksi, mencermati ekspresi gerak wajah dan mulut yang terlihat lucu ketika meniup.
Keseruan itu menghasilkan karya unik karena pola dari hasil seni lukis tiup itu tidak bisa ditiru dan karya antara satu anak dengan anak lainnya tidak sama.
BACA JUGA:MUI Belitung Dukung Pembatasan Medsos Anak, Cegah Paparan Konten Pornografi
Hasilnya berupa lukisan abstrak yang membentuk garis-garis atau pola-pola tertentu.
Bahkan, tiupan pada lapisan warna itu membentuk objek alamiah misalnya berbentuk satwa atau flora, padahal tanpa ada desain atau konsep sebelumnya.
Itu sebabnya lukisan tersebut tergolong istimewa dengan edisi yang terbatas, menjadi karya seni murni (fine art) dan karya seni yang mahal bagi pengagum seni sejati.
Tumbuh kembang
Teknik lukis tiup itu memang dikenal luas di dunia seni rupa. Namun bagi anak-anak, teknik itu merupakan hal yang baru, tapi sangat membantu untuk produktif.
“Akan lebih produktif dan positif mereka sampai bisa mandiri di rumah melukis tiup, daripada lama-lama main ponsel atau gadget,” kata Yuda.
Pemilihan teknik lukis dengan cara ditiup bukan tanpa alasan. Ayah tiga anak itu menyebutkan dengan meniup, maka anak-anak melatih pernafasan, sama seperti teknik olah vokal di dunia musik.
Pria berusia 51 tahun yang juga menekuni seni musik itu menjelaskan dalam olah vokal, nafas yang kuat menandakan daya tahan tubuh yang baik.
BACA JUGA:PP Tunas Resmi Berlaku, Platform Digital Wajib Lindungi Anak di Ruang Digital