Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Cegah Anak-anak Kecanduan Medsos dengan Seni Lukis Tiup

Relawan memberi arahan anak-anak disabilitas fisik belajar seni lukis tiup yang dikelola Yayasan Peduli Kemanusian (YPK) Bali di Gedung Annika Linden Centre Denpasar, Jumat (6/2/2026)-Dewa Ketut Sudiarta Wiguna-ANTARA

Selain melatih pernafasan, pemilihan seni lukis tiup juga menyesuaikan keterbatasan fisik, misalnya menyangkut fungsi pada bagian tangan.

Belajar lukis tiup dilakukan setiap Jumat per pekan dengan durasi satu hingga dua jam.

Durasinya memang terbilang singkat, namun ia berharap seni lukis tiup membawa dampak positif untuk tumbuh kembang anak-anak.

Pasalnya, mereka secara tidak sadar dilatih untuk berpikir logika dan intuisi melalui permainan warna.

Tak hanya itu mereka juga dilatih untuk sabar, fokus, teliti dan mandiri.

Salah satu peserta yang kini memiliki kemajuan melukis tiup yakni Ayu Suanita, pelajar kelas VI di salah satu sekolah dasar di Desa Guwang, Kabupaten Gianyar.

Awalnya, pelajar berusia 11 tahun yang mengalami disabilitas fisik pada tangan itu belum tertata dalam menuang warna pada kanvas.

Kini, ia sudah bisa mandiri bahkan lukisan tiupnya membentuk objek alamiah berupa burung.

BACA JUGA:Menkomdigi Meutya Hafid Gandeng Google Perketat Perlindungan Anak di Dunia Digital

Sepulang sekolah, ia juga meneruskan hobi yakni menggambar dengan menggunakan pensil krayon pada buku gambarnya di rumah.

Adapun karya lukis tiup anak-anak itu dipamerkan di dalam ruang kelas yang biasanya dilihat ketika pengunjung atau donatur bertandang di YPK Bali.

Beberapa perhotelan juga memboyong lukisan tiup itu untuk dipamerkan dan menarik minat wisatawan untuk membelinya.

Mengalihkan candu medsos

Setidaknya menekuni kesenian termasuk seni lukis tiup oleh anak-anak dapat menjadi salah satu metode memperkaya kualitas anak, termasuk membatasi perhatian mereka agar tidak kecanduan media sosial.

Menurut dokter spesialis anak  Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Ni Luh Sukma Pratiwi Murti, melukis tiup dapat membantu mengisi kegiatan anak agar tidak terpapar layar elektronik terus menerus.

Dokter sekaligus dosen subdivisi tumbuh kembang pediatri sosial (TKPS) Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ngoerah Denpasar, Bali itu menilai lukis tiup membantu mengasah kreativitas anak.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan