Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Akses Cepat Pupuk Subsidi untuk Merawat hHarapan Petani Padi

Yoyon (51), petani asal Desa Cengkuang, Kecamatan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, mengangkut pupuk subsidi yang ditebus di kios pupuk bersubsidi, Kamis (7/8/2025)-Harianto-ANTARA

Bersama kelompok tani lainnya, dia rutin berdiskusi dengan penyuluh soal penanganan hama tanaman, terutama tikus yang sering menyerang dan merusak sawah mereka.

Petani di desanya juga rutin mengadopsi teknologi pertanian modern agar hasil panen semakin baik dan mengurangi beban kerja fisik.

BACA JUGA:HUT RI: Rawat Nasionalisme Lewat Budaya Gotong Royong

Ngopi dan makan bersama keluarga di sawah menjadi momen berharga yang menambah semangat dan kebahagiaan di tengah teriknya matahari yang membakar kulit.

Pendampingan dari penyuluh sangat membantu dengan solusi tepat. Lalu ada kegiatan pencorekan (istilah membasmi sarang tikus agar hasil panen tidak terganggu).

Harga gabah Rp6.500 per kilogram yang diserap langsung Bulog juga sudah cukup ideal, sehingga para petani termotivasi menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen mereka dengan lebih baik.

Petani lainnya, Rojai (50) asal Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan bercerita akses pupuk subsidi kini jauh lebih cepat dan mudah dibandingkan masa lalu yang penuh kendala administrasi rumit.

Dulu, petani harus membawa kartu tani yang sering hilang atau lupa PIN, sehingga banyak yang gagal mendapatkan pupuk tepat waktu dan menunda pengolahan lahan.

BACA JUGA:Reformasi Pengawasan Internal untuk Pemerintahan Akuntabel, Transparan

Kini, cukup mendaftar melalui ketua kelompok tani dan penyuluh pertanian langsung meng-input data, membuat proses pengajuan pupuk subsidi jauh lebih efisien dan tanpa hambatan.

Pengambilan pupuk di kios juga cepat, hanya perlu membawa KTP asli tanpa harus menunjukkan kartu tani lagi.

Sebelum kebijakan ini, banyak petani tua kesulitan mengurus administrasi, akhirnya kehilangan kesempatan mendapatkan pupuk tepat musim tanam yang sangat krusial.

Rojai mengapresiasi perubahan sistem yang memudahkan petani karena kecepatan akses pupuk berkontribusi langsung pada hasil panen yang maksimal dan produktivitas lahan yang meningkat.

Kebijakan itu meningkatkan semangat petani untuk mengelola lahan lebih baik karena kepastian pupuk subsidi membuat perencanaan tanam lebih teratur dan tepat waktu.

BACA JUGA:Ikhtiar Mengakhiri Siklus Tahunan Karhutla

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan