Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Ekonomi Hijau Belitung: Peluang yang Terlupakan

Hairul Sandi Mantowi, Mahasiswa Magister Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada-(Dok: Pribadi)-

Lalu yang tidak kalah penting juga perlu melibatkan masyarakat adat, pekerja tambang, nelayan, dan kelompok perempuan untuk diberdayakan tanpa menghilangkan hak-haknya sebagai masyarakat yang selama ini tidak memiliki pengetahuan yang sama terkait dengan skema REDD, sehingga hal ini harus diselaraskan.

Belitung tidak harus menunggu kerusakan total untuk berubah dan harus berani mengambil resiko untuk berkomitmen menjadi role model daerah yang mampu maju tanpa bergantung kepada sumber daya alam timah. 

BACA JUGA:Belitung dan Ironi Anggaran Miliaran: Sampah Berserakan, Etika Terabaikan

Potensi ini harus dilirik sebab memiliki nilai konservatif untuk alam dan nilai ekonomis untuk menambah PAD (Pendapatan Asli daerah). Karena memiliki hutan mangrove dan dikelilingi garis pantai, Belitung bisa menata ulang masa depannya sebagai wilayah pesisir yang tidak lagi bergantung pada tambang, tapi menjadi pionir ekonomi hijau yang berkontribusi nyata terhadap solusi iklim dunia.

Kesimpulan

Kini saatnya Belitung mengampil posisi ini sebagai pemain dalam panggung besar isu iklim global ini. Dengan berbagai kekayaan ekosistem mangrove yang dimiliki, Belitung punya peluang nyata untuk mengambil posisi tawar dalam agenda perubahan iklim, sehingga Belitung bukan sekadar objek kebijakan pusat atau pasar karbon internasional. 

Apabila potensi ini dikelola dengan keberpihakan pada lingkungan dan masyarakat lokal, REDD bukan hanya menjadi jalan melindungi hutan, tapi juga membuka lembaran baru bagi pembangunan yang lebih adil, berkelanjutan, dan berpihak pada masa depan dan generasi mendatang.

Mengelola kekayaan ekologis seperti hutan mangrove bukan sekadar soal konservasi, tetapi langkah strategis menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan. Belitung memiliki peluang emas untuk menjadi contoh daerah yang mampu bangkit dari ketergantungan pada tambang, menuju model pembangunan berbasis karbon biru dan REDD.

BACA JUGA:Percepatan Ekonomi Hijau, Tim Prabowo-Gibran Siapkan Badan Pengelola Pengendalian Perubahan Iklim

Sudah saatnya potensi mangrove Belitung dimasukkan ke dalam kebijakan nyata, bukan hanya sebagai narasi lingkungan, tetapi sebagai kekuatan ekonomi baru. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, Belitung bisa menjadi pelopor dalam perdagangan karbon serta percontohan transformasi ekonomi hijau di Indonesia. Jangan biarkan potensi ini kembali terlupakan.

*) Hairul Sandi Mantowi, Mahasiswa Magister Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada, Awardee CitRes.NET-NORHED

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan