Tragedi maut di IUP PT Timah: Cukupkah Hanya 3 Cukong? Jejak 'Pembiaran' Jadi Tanya Besar
Polda Babel menggelar konferensi pers terkait tragedi maut di Eks Tambang Pondi, Pemali, Bangka-Reza Hanapi/Babel Pos-
Tuntutan Keadilan Substansial
Polda Babel kini diharapkan tidak hanya berhenti pada penangkapan para pengepul atau bos timah di tingkat lapangan saja. Masyarakat menanti keberanian penyidik untuk menyentuh akar masalah, termasuk kemungkinan keterlibatan pemberi izin "bawah tangan".
BACA JUGA:Update Tragedi Maut di IUP PT Timah: 6 Jenazah Penambang Ditemukan, Sisa 1 Korban
"Nanti akan kita dalami proses penyelidikannya untuk mengetahui apakah ada unsur pidana lain atau tidak," ungkap Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso.
Dugaan kuat bahwa masih ada dua unit alat berat yang tertimbun tanah menunjukkan betapa masifnya aktivitas ilegal di lahan Pondi tersebut. Setiap alat berat yang beroperasi di wilayah IUP seharusnya terpantau dalam sistem koordinasi pengamanan aset.
Tuntutan akan keadilan bagi tujuh nyawa yang melayang kini bergeser pada transparansi tata kelola pertambangan di Bangka Belitung. Kasus ini menjadi ujian berat bagi komitmen bersih-bersih di sektor tambang yang seringkali memakan korban rakyat kecil.
Penegakan hukum yang hanya menyasar para cukong tanpa menyentuh sistem yang membiarkannya, dikhawatirkan hanya akan menjadi siklus maut yang berulang. Publik kini menunggu apakah "trio bos timah" adalah akhir cerita atau justru pintu pembuka skandal yang lebih besar.
BACA JUGA:Tragedi Maut di IUP PT Timah: 7 Penambang Tertimbun Longsor Pemali
Penyelesaian kasus tragedi Pemali menuntut keberanian hukum untuk membongkar teka-teki pembiaran lahan IUP PT Timah guna memberikan keadilan yang utuh bagi tujuh korban jiwa.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa memilukan ini bermula pada Senin (2/2/2026) sore saat tanah gundukan setinggi belasan meter tiba-tiba longsor menghantam sepuluh pekerja.
Tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian di eks Tambang Pondi Pemali, Kabupaten Bangka tersebut, sementara tiga lainnya berhasil selamat dengan luka-luka. (Babel Pos)