Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Trader Wajib Tahu! Rahasia MACD & Stochastic yang Lagi Viral di 2025

Ilustrasi: Trader Wajib Tahu! Rahasia MACD & Stochastic yang Lagi Viral di 2025--(freepik)

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Dunia trading di tahun 2025 makin nggak bisa ditebak. Harga emas jungkir balik, USD naik-turun tergantung kebijakan The Fed, sementara geopolitik bikin pasar berputar cepat seperti roller coaster.

Buat para trader, situasi ini bukan cuma menantang, tapi juga memaksa untuk punya strategi yang tajam, disiplin, dan adaptif.

Nah, di tengah volatilitas pasar yang bikin banyak orang salah langkah, ada satu “senjata rahasia” yang sering jadi andalan trader profesional: Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan Stochastic Oscillator.

Dua indikator teknikal ini bukan cuma populer karena akurat, tapi juga karena mampu membantu trader membaca arah pasar sebelum semuanya terlambat.

BACA JUGA:Rahasia Sukses Trading yang Wajib Diketahui Trader, Belajar dari Kisah Nyata

Kenapa MACD Disebut “Sinyal Emas” Trader?

Menentukan kapan waktu terbaik untuk jual atau beli memang nggak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak trader pemula kebingungan saat harus memutuskan apakah sudah waktunya entry atau exit dari pasar. Di sinilah peran MACD --indikator yang oleh banyak trader profesional disebut sebagai golden signal.

MACD (Moving Average Convergence Divergence) digunakan untuk mendeteksi tren, momentum, dan potensi pembalikan arah harga. Indikator ini mengukur perbedaan antara dua moving average dan memvisualisasikannya dalam bentuk garis serta histogram.

  • Ketika histogram positif (di atas nol), artinya tren sedang bullish, alias harga berpotensi naik.
  • Saat histogram negatif (di bawah nol), berarti tren bearish, alias harga cenderung turun.

Konsep “konvergensi” muncul ketika dua garis moving average saling mendekat — tanda tren mungkin melemah. Sebaliknya, “divergensi” terjadi ketika keduanya menjauh — sinyal potensi pembalikan arah.

Sederhananya, MACD bisa bantu trader melihat “denyut nadi” pasar lebih awal sebelum pergerakan besar terjadi.

BACA JUGA:Sejumlah Trik Manipulasi Broker Trading yang Wajib Diwaspadai Trader

Mengenal Stochastic Oscillator

Kalau MACD membaca arah tren, maka Stochastic Oscillator membantu kamu tahu kapan pasar sudah terlalu jenuh. Indikator ini membandingkan harga penutupan terakhir dengan rentang harga dalam periode waktu tertentu, lalu memberikan sinyal apakah suatu aset berada dalam kondisi:

  • Overbought (>80): harga sudah terlalu tinggi, potensi koreksi bisa terjadi.
  • Oversold (<20): harga terlalu rendah, potensi rebound mulai muncul.

Stochastic biasanya ditampilkan dengan dua garis: %K dan %D. Ketika kedua garis ini bersilangan di area ekstrem (80 atau 20), itu sering dianggap sebagai tanda akan ada pembalikan harga.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan