Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Penyerapan Gula Petani Membaik, Harga Mulai Stabil

Produk gula kristal putih lokal terpajang di rak salah satu supermarket di Jakarta, Sabtu (11/10/2025)-Shofi Ayudiana-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Kondisi penyerapan gula petani mulai menunjukkan tren positif setelah sempat terganggu akibat masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi. Pemerintah memastikan situasi pasar kini lebih terkendali berkat langkah pengawasan ketat dari Satgas Pangan Polri dan intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian, Widiastuti, menyebut stabilitas harga dan penyerapan produksi gula petani kini membaik. “Sudah mulai ada perbaikan. Harga juga sudah stabil,” ujarnya di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, petani sempat mengeluhkan anjloknya penyerapan gula kristal putih akibat rembesan gula rafinasi ke pasar ritel. Dampaknya terasa di Jawa Timur, di mana sebanyak 65 ton gula dari 17 pabrik menumpuk karena gagal terserap pasar.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menggelontorkan dana intervensi sebesar Rp1,5 triliun melalui PT Danantara Asset Management (Persero) dalam bentuk shareholder loan. 

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Buka Peluang Tambah Dana Pemerintah di Bank Himbara

BACA JUGA:Tunggakan BPJS Rp7,69 Triliun Akan Dihapus, DPR Beri Apresiasi

Dana ini digunakan oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID Food) untuk melakukan pembelian atau offtake gula petani, terutama dari pabrik gula di bawah PT PG Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan ID Food.

Kebijakan offtake ini difokuskan pada penyerapan hasil produksi petani tebu guna menjaga stabilitas harga dari hulu hingga hilir. Langkah ini juga diharapkan mampu menghentikan rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi agar tidak menekan harga gula lokal maupun menambah beban logistik.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional per 13 Oktober 2025, rata-rata harga gula pasir lokal mencapai Rp18.109 per kilogram, naik tipis dari posisi Rp18.065 per kilogram pada akhir September. Angka ini masih berada sedikit di atas harga acuan penjualan nasional sebesar Rp17.500 per kilogram.

Dengan intervensi pemerintah dan pengawasan pasar yang lebih ketat, pelaku industri dan petani berharap stabilitas harga gula dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat daya saing gula lokal terhadap produk impor. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan