Prabowo Belum Tunjuk Plt Menteri BUMN, Peluang Terbuka untuk Wamen
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Istana Negara, Kamis (18/9)-ist-
BELITONGEKSPRES.COM - Presiden Prabowo Subianto hingga saat ini belum menunjuk pelaksana tugas (Plt) Menteri BUMN untuk menggantikan Erick Thohir yang resmi dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan di Istana Negara, Jakarta, Kamis 18 September, bahwa Presiden masih menimbang sosok yang tepat untuk mengisi posisi strategis tersebut, termasuk membuka peluang bagi pejabat internal seperti wakil menteri BUMN.
Prasetyo menyebut penunjukan Plt Menteri BUMN akan dilakukan setelah Presiden Prabowo memastikan figur yang paling sesuai dengan kebutuhan kementerian pascapergantian Erick Thohir.
“Menteri BUMN definitif memang belum ditunjuk, karena kita masih mencari sosoknya dengan berpindahnya tugas Bapak Erick Thohir ke Kemenpora. Kemungkinan dari Wamen,” ujarnya.
Di sisi lain, Erick Thohir menegaskan pemilihan penggantinya di Kementerian BUMN sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Ia mengatakan keputusan resmi terkait penunjukan Plt akan disampaikan langsung oleh Mensesneg Prasetyo Hadi. “Kalau BUMN sendiri sudah pasti nanti akan ada Plt-nya, tentu Pak Mensesneg yang akan menyampaikan,” kata Erick usai pelantikannya.
BACA JUGA:Cek Kesehatan Gratis 2025 Sudah Menjangkau Hampir 30 Juta Warga Indonesia
BACA JUGA:Kemkomdigi Ungkap Tiga Pemicu Utama Konten Judi Online di Ruang Digital
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberhentikan Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Rabu 17 September sekaligus mengangkatnya menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Ditto Ariotedjo.
Keputusan tersebut tertuang dalam Keppres Nomor 97P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Tahun 2024–2029 yang dibacakan Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti, saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat. (jpc)