Nelayan Belitung Ngaku Sulit Melaut Karena APH, Kasatpolairud Bantah Tudingan
TIDAK MELAUT: Sejumlah perahu nelayan terparkir di dermaga Pelabuhan Tanjungpandan, Belitung-Ainul Yakin/BE-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Keresahan sulitnya untuk turun mencari nafkah di laut muncul dari kalangan nelayan Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Sejumlah nelayan di kecamatan Tanjungpandan mengaku kesulitan untuk melaut karena merasa dipersulit oleh oknum aparat penegak hukum (APH) setempat.
Kondisi ini membuat sebagian nelayan memilih untuk tidak turun ke laut, bahkan berencana menyuarakan aspirasi mereka ke DPRD Belitung dan DPRD Babel dalam waktu dekat.
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Belitung, Jasman, pada Sabtu (6/9/2025).
BACA JUGA:Pawai Pembangunan Daerah 2025, Catatkan Timbulan Sampah 5,8 Ton
BACA JUGA:Ngopi Bareng Media, Bupati Belitung Tegaskan Kerja Nyata Bukan Sekadar Pencitraan
Ia menuturkan bahwa belakangan ini banyak nelayan yang resah lantaran aktivitas melaut mereka sering terganggu. Selain menghadapi kendala memperoleh bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, nelayan juga mengaku kerap dihentikan oleh aparat saat mencari ikan.
“Kami minta kepada APH agar tidak mempersulit nelayan melaut atau mencari ikan di laut. Kalau memang ada pelanggaran, seharusnya diberikan pemahaman, bukan serta-merta membuat nelayan semakin susah,” ujar Jasman kepada Belitong Ekspres.
Ia mencontohkan kasus nelayan jaring yang mengadu ditangkap Satpolairud Polres Belitung karena menggunakan jaring yang dianggap dilarang.
Menurut Jasman, situasi ekonomi saat ini tengah sulit, sehingga nelayan seharusnya diberi ruang untuk tetap mencari nafkah, bukan justru ditekan dengan aturan yang memberatkan.
BACA JUGA:Maulid Nabi Muhammad SAW Momentum Menumbuhkan Kepedulian Sosial di Belitung
BACA JUGA:BB Kasus 17 Ton Timah Belitung Diduga Diganti, Ini Respon Kapolres
“Kasihan nelayan kita, mereka hanya ingin mencari ikan untuk bertahan hidup. Kami berharap penegakan aturan jangan sampai menambah kesulitan di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Jasman menghimbau agar pihak-pihak terkait, khususnya Satpolair, bisa mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas di lapangan.