BB Kasus 17 Ton Timah Belitung Diduga Diganti, Ini Respon Kapolres
Salah satu truk pengangkut 17 ton timah yang diamankan di Polres Belitung-(Dok/BE)-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Kasus penyelundupan timah seberat 17 ton yang diamankan Satreskrim Polres Belitung pada awal Januari 2025 kembali mencuat dan menjadi perhatian publik.
Pasalnya, setelah sembilan bulan berlalu sejak penangkapan di Pelabuhan Pelindo Tanjungpandan, perkara tersebut hingga kini belum dinyatakan lengkap atau P21 sehingga belum bisa dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan.
Belakangan, isu baru mencuat dan viral di sejumlah media lokal Bangka Belitung. Barang bukti timah yang sebelumnya disita polisi, kabarnya sudah dimanipulasi dan bahkan ditukar dengan pasir timah kadar rendah atau bongkai.
Dugaan itu memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat Belitung yang terus menyoroti transparansi penanganan kasus bernilai miliaran rupiah ini.
BACA JUGA:Idham Cs Curi 26 Ton Timah Sitaan Kejagung, Bos Besar Masih Buron
Saksi Mata Ungkap Penukaran Barang Bukti
Menurut pemberitaan media online di Bangka Belitung, seorang saksi mata mengaku melihat langsung proses pengeluaran barang bukti dari gudang Polres Belitung.
Saksi mata tersebut membeberkan, pada bulan puasa lalu, truk milik seorang pria berinisial Y digunakan untuk mengangkut sebagian barang bukti.
Truk itu kemudian membawa timah menuju Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan diserahkan kepada seseorang berinisial AK.
“Yang mengatur penukaran barang bukti itu adalah Y. Penukaran terjadi saat bulan puasa dan barang dibawa ke AK,” ujar saksi mata yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
BACA JUGA:Polisi Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus 17 Ton Timah Belitung, 2 Orang Keluar Tahanan
Keterangan ini diperkuat oleh pengakuan Y sendiri. Saat dikonfirmasi wartawan, Y tidak membantah. Ia bahkan secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam pengaturan penukaran barang bukti timah.
“Penukaran barang bukti itu saya bersama AK yang atur. Awalnya kami minta 5 ton, tapi hanya bisa keluar 3 ton. Jujur saya kecewa,” kata Y kepada awak media Senin (1/9/2025) malam.
Keterlibatan Oknum Petinggi Polisi