Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Agustus 2025, Disebabkan 5 Fenomena Alam Terjadi Bersamaan

Ilustrasi Cuaca ekstrem--freepik

BELITONGEKSPRES.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda Indonesia pada Agustus 2025. Hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, memicu risiko banjir, longsor, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan beberapa provinsi sudah mengalami hujan ekstrem pada awal bulan. Bengkulu mencatat curah hujan 160,8 mm/hari pada 1 Agustus, Maluku 203,5 mm/hari pada 3 Agustus, Sumatra Barat 176,5 mm/hari pada 8 Agustus, dan Jawa Barat 254,7 mm/hari pada 9 Agustus.

Hujan sangat lebat juga terpantau di Kalimantan Barat, Papua Tengah, Jakarta, Banten, Jambi, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tenggara. “Kondisi ini sesuai prakiraan BMKG tentang peningkatan curah hujan di awal bulan,” ujarnya, Senin 11 Agustus.

BACA JUGA:KPK Selidiki Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, Potensi Tersangka Mulai Terlihat

BACA JUGA:Menkes Bujuk Mendikdasmen Masukkan Kurikulum Kesehatan ke Sekolah, jadi Mata Pelajaran Wajib

Penyebab Cuaca Ekstrem: Kombinasi 5 Fenomena Atmosfer

BMKG menjelaskan bahwa tingginya curah hujan saat ini merupakan akibat gabungan beberapa fenomena atmosfer, yaitu:

  1. Madden-Julian Oscillation (MJO)
  2. Gelombang atmosfer
  3. Pengaruh tidak langsung bibit siklon tropis 90S dan 96W
  4. Sirkulasi siklonik
  5. Perlambatan dan pertemuan angin di sekitar Indonesia

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan faktor Indeks Dipole Mode negatif turut memperparah kondisi. “Ini menandakan adanya aliran massa udara dari Samudra Hindia menuju Indonesia yang memicu pembentukan awan hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang,” jelasnya.

Prakiraan Cuaca 11–16 Agustus 2025

Berdasarkan analisis BMKG:

BACA JUGA:Sekolah Rakyat Kawasan IKN Resmi Berjalan di 8 Sekolah Dasar Kalimantan Timur

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Disebut Hampir 1 Triliun, KPK Gandeng BPK Hitung Jumlah Pasti Kerugian

  • 11–13 Agustus: Hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
  • 14–16 Agustus: Intensitas hujan menurun, namun Bengkulu, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan masih berpotensi hujan lebat.
  • Angin kencang berpeluang terjadi di Aceh, Banten, Jawa Barat, Bali, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Dampak Cuaca Ekstrem ke Berbagai Sektor

Pertanian – Jadwal tanam dan panen di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatra Selatan bisa terganggu. Petani disarankan menghindari lahan rendah yang rawan banjir.

Pariwisata – Destinasi pegunungan, air terjun, dan pantai selatan Jawa-Bali perlu waspada hujan lebat, kabut tebal, gelombang tinggi, dan angin kencang.

Transportasi Darat – Jalan licin dan risiko longsor mengancam jalur pegunungan.

Transportasi Laut – Gelombang tinggi berpotensi di Samudra Hindia Barat Sumatra, perairan selatan Jawa-Bali, hingga Lombok-Sumba.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan