Perkuat Investasi, Indonesia-Japan Executive Dialogue 2025 Resmi Digelar di Jakarta
Dari kiri-kanan. Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Masaki Yasushi, anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Muhammad Chatib Basri, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, dan Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Je-PPIJ-ANTARA/HO
BELITONGEKSPRES.COM - Indonesia-Japan Executive Dialogue 2025 resmi digelar di Jakarta dengan tujuan memperkuat peluang investasi Jepang di Indonesia sekaligus membangun kemitraan strategis lintas sektor.
Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), Rachmat Gobel, menegaskan bahwa hubungan kedua negara bukan hanya catatan sejarah, melainkan fondasi masa depan bersama di era transformasi industri, energi berkelanjutan, dan digitalisasi.
Gobel, yang juga anggota Komisi VI DPR RI, menyebut forum ini menjadi momentum penting untuk mengidentifikasi peluang bisnis baru, memperkuat komitmen jangka panjang, dan memastikan kemitraan tetap relevan.
PPIJ, lanjutnya, berperan sebagai jembatan antara kepentingan bisnis dan kebijakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di kedua negara.
Acara yang digagas Gobel ini dihadiri oleh pimpinan eksekutif lebih dari 55 perusahaan Jepang di Indonesia, memperkuat kredibilitas forum sebagai ruang dialog strategis dunia usaha dan pemerintah. Dukungan datang dari Gobel Group dan Toyota Indonesia, yang memiliki sejarah panjang kolaborasi industri dengan Jepang sejak 1956, termasuk melalui kemitraan dengan Matsushita Electric (kini Panasonic) yang membawa inovasi teknologi ke Indonesia.
BACA JUGA:BP Taskin Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pengentasan Kemiskinan
BACA JUGA:Yogyakarta Didorong Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Kelas Dunia
Sejumlah tokoh penting hadir, seperti Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, anggota Dewan Ekonomi Nasional Muhammad Chatib Basri, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi. Rosan menekankan bahwa forum ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam mempercepat hilirisasi industri, memperkuat rantai pasok, dan menarik investasi berkualitas menuju visi Indonesia Emas 2045.
Selain sektor investasi, forum ini juga mendorong kolaborasi lintas sektor melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di bidang infrastruktur, hilirisasi industri, dan ketahanan pangan.
Salah satu contohnya adalah proyek Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG) di Bekasi, fasilitas pengujian kendaraan internasional pertama di Indonesia yang melibatkan konsorsium nasional termasuk Gobel Group dan mitra Jepang.
Proyek ini mendapatkan dukungan pembiayaan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) melalui skema pinjaman investasi.
BACA JUGA:AWS Umumkan Rencana Investasi Rp81 Triliun di Indonesia untuk Adopsi AI dan 24.700 Lapangan Kerja
BACA JUGA:Sri Mulyani Umumkan Kenaikan Anggaran Sekolah Rakyat pada 2026
Pendanaan tersebut mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap prospek industri otomotif Indonesia dan transparansi model KPBU, sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi bilateral di bidang infrastruktur dan transformasi teknologi otomotif.