Pemerintah Siapkan 1,3 Juta Ton Beras untuk Operasi Pasar hingga Akhir Tahun
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Kamis 7 Agustus 2025-Muhammad Farhan-Beritasatu.com
BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah memastikan akan terus menggelar operasi pasar beras sebagai langkah konkret untuk menstabilkan harga di tengah potensi kenaikan yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa program penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan berjalan hingga akhir 2025.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis 7 Agustus, Amran menyebut stok cadangan beras yang telah disiapkan untuk operasi pasar mencapai 1,3 juta ton. Jumlah ini disebutnya jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya stok tidak kuat sampai akhir tahun. Sekarang kita siapkan 1,3 juta ton hanya untuk operasi pasar. Untuk bansos ada tambahan 300.000 ton,” ungkapnya.
Langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap gejolak harga yang bisa berdampak langsung ke daya beli masyarakat. Operasi pasar akan terus dilakukan selama harga belum menunjukkan tanda-tanda stabil.
BACA JUGA:Pemerintah Tegaskan Dana Desa Tak Dijadikan Agunan di Kopdes Merah Putih
BACA JUGA:BPK: Strategi Pencegahan Korupsi Harus Disempurnakan, Skor IPAK Jadi Alarm Moral
“Dulu mana ada operasi pasar sampai 1,3 juta ton? Ini kita terus lakukan karena harga naik. Kita ingin masyarakat tetap bisa membeli beras dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Amran juga menyoroti kualitas beras SPHP yang menurutnya sangat layak dikonsumsi. Dengan harga hanya Rp12.500 per kilogram, masyarakat mendapatkan beras dengan kadar broken rice hanya 5% hingga 10%, jauh lebih baik dibandingkan beras premium oplosan yang kadar rusaknya bisa mencapai 40% namun dijual seharga Rp18.000.
“Beras SPHP jauh lebih menguntungkan. Kualitas bagus, harga terjangkau. Itu yang kita dorong agar masyarakat rasakan dampaknya,” tambahnya.
Sementara itu, data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 5 Agustus 2025 mencatat realisasi distribusi beras SPHP telah mencapai 192.000 ton atau 12,8% dari target nasional sebesar 1,5 juta ton. Sedangkan untuk bantuan pangan beras, sebanyak 300.000 ton telah tersalurkan hingga 6 Agustus 2025, atau sekitar 82,15% dari target 365.000 ton.
Kebijakan ini diharapkan mampu menahan laju inflasi bahan pangan, sekaligus menjamin akses masyarakat terhadap beras dengan harga dan kualitas yang terkontrol di tengah situasi pasar yang belum sepenuhnya pulih. (beritasatu)