Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Program MBG Terbukti Tingkatkan Konsentrasi dan Fokus Belajar Anak

Siswa saat menyantap makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 03 Jati Pulogadung, Jakarta-Dery Ridwansah-JawaPos.com

BELITONGEKSPRES.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki dampak nyata dalam meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar anak. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN), peningkatan konsentrasi siswa yang mengikuti program ini terdeteksi melalui pengukuran memori jangka pendek (short term memory). Hasil ini memperkuat peran MBG dalam mendukung kualitas pendidikan anak di Indonesia.

Dewan Pakar BGN, Ikeu Tanziha, menyebutkan bahwa hasil penelitian di Aceh menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada kemampuan fokus anak setelah menerima makanan bergizi dari program tersebut. “Ini tentu menggembirakan, karena berdampak langsung pada peningkatan capaian pendidikan dan motivasi belajar anak,” jelas Ikeu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Tak hanya di Aceh, hasil serupa juga muncul dalam studi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penelitian di wilayah Bogor dan Papua menunjukkan bahwa MBG berperan penting dalam meningkatkan konsentrasi, terutama bagi siswa yang sebelumnya tidak terbiasa sarapan. 

Studi lain di SMK Negeri 6 Medan memperlihatkan bahwa program ini mendorong kehadiran siswa sekaligus meningkatkan fokus belajar di kelas.

BACA JUGA:BGN dan BP Taskin Libatkan Masyarakat Miskin Jaga Rantai Pasok MBG

BACA JUGA:Program Makan Bergizi Gratis Kembali Dihantam Kasus Keracunan, DPR Desak Evaluasi Serius

Ikeu menjelaskan bahwa konsentrasi merupakan salah satu fungsi kognitif utama yang berkaitan erat dengan proses belajar anak. Kemampuan ini tidak hanya dipengaruhi oleh suasana belajar, tetapi juga oleh kondisi fisiologis dan asupan nutrisi yang tepat. Nutrien seperti protein, zat besi, dan omega-3 menjadi kunci utama dalam mendukung perkembangan otak dan memori.

Gangguan pada memori jangka pendek dapat membuat anak kesulitan menyimpan dan memproses informasi dalam waktu singkat. Oleh karena itu, asupan makanan bergizi menjadi sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak, khususnya di periode emas pertumbuhan otak.

Menurut Ikeu, meski program MBG memiliki dampak besar, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah perilaku konsumsi anak yang belum sehat serta keterbatasan ketersediaan pangan bergizi. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk turut mendukung keberhasilan program ini.

“Program ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga untuk meningkatkan kecerdasan dan kesiapan belajar mereka. Kita perlu memperkuat kolaborasi agar manfaat MBG bisa dirasakan lebih luas,” pungkas Ikeu.  (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan