Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BGN dan BP Taskin Libatkan Masyarakat Miskin Jaga Rantai Pasok MBG

Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN Suardi Samiran (dua dari kanan), Deputi Bidang Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan BP Taskin Zaidirina (dua dari kiri) dalam penandatanganan kerja sama terkait pemberdayaan rakyat miskin melalui Progra-Lintang Budiyanti Prameswari-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) fokus pada pemberdayaan rakyat miskin dengan melibatkan mereka secara aktif dalam menjaga rantai pasok makanan bergizi.

Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN, Suardi Samiran, menjelaskan bahwa MBG adalah salah satu strategi efektif untuk pengentasan kemiskinan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan pangan. Rantai pasok menjadi kunci utama agar distribusi bahan pangan tetap stabil, terlebih jika jumlah dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) bertambah secara signifikan.

"Awalnya hanya sekitar 3.000 dapur. Tapi begitu meningkat menjadi 24.000 hingga 30.000, jika rantai pasok tidak disiapkan dengan baik, maka ketidakseimbangan suplai dan permintaan bisa terjadi," ujar Suardi dalam keterangannya di Kantor BP Taskin Jakarta, Selasa.

Program MBG, menurutnya, juga mampu menciptakan efek ekonomi berantai. Jika satu dapur SPPG mampu menggerakkan dana sekitar Rp1 miliar per bulan, maka di satu kabupaten dengan 80 dapur bisa berputar hingga Rp80 miliar setiap bulannya, atau sekitar Rp800 miliar dalam setahun.

BACA JUGA:Tak Mau Dicatat Sebagai Koruptor, Tom Lembong Tempuh Jalur Banding

BACA JUGA:Kasus Roy Suryo: Tim Hukum Desak Gelar Perkara Terbuka dan Uji Forensik Dokumen Ijazah Jokowi

Deputi BP Taskin, Zaidirina, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara kepala kedua lembaga. Tujuan utamanya adalah mempercepat pemenuhan gizi nasional sembari mengangkat kesejahteraan masyarakat miskin.

"Kami mengusung prinsip pemberdayaan ekonomi yang memerdekakan. MBG adalah strategi percepatan pengentasan kemiskinan dengan melibatkan masyarakat langsung dalam ekosistem produksi dan distribusi," ungkap Zaidirina.

BP Taskin juga rutin menerima aspirasi dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang sangat berharap program MBG bisa menghadirkan peluang kerja dan akses bahan pangan yang layak. Dengan melibatkan warga dalam pengadaan bahan baku hingga operasional dapur, program ini mendorong partisipasi aktif masyarakat berpendapatan rendah, terutama di kelompok desil 1 dan 2.

Melalui penyediaan setidaknya 1.000 SPPG di wilayah 3T, diharapkan dampak ekonomi dan sosial dari MBG dapat mempercepat proses graduasi kemiskinan secara berkelanjutan. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan