Ratusan Ponton Timah Ilegal Kembali Serbu Perairan Sijuk, Nelayan Geram Minta Tindakan Tegas!
Salah seorang diduga penambang timah di perairan Sijuk sedang memamerkan hasil tambang timah di media sosial Instagram--(tangkapan layar)
SIJUK, BELITONGEKSPRES.COM - Aktivitas penambangan timah ilegal yang beroperasi di perairan laut Mengkeling, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, semakin merajalela meski sudah sering dtertibkan.
Bukannya berkurang, bahkan saat ini jumlahnya sudah tembus ratusan ponton timah ilegal yang beroperasi di lokasi. Hal itu pun dikeluhkan oleh sejumlah nelayan setempat.
Kembali maraknya aktivitas tambang ilegal di perairan Kecamatan Sijuk tersebut, membuat nelayan geram. Sebab, hasil tangkapannya jauh berkurang, bahkan tidak ada sama sekali.
Lebih parah lagi, para oknum penambang makin berani memamerkan hasil tambang ke media sosial. Hal itu membuat warga semakin geram dan memancing penambang lainnya untuk beraktivitas di lokasi.
BACA JUGA:Surat Kejari Belitung Bocor, Kasus Tambang Timah Ilegal Sijuk akan Naik ke Tipikor?
BACA JUGA:2 Sopir Terdakwa Penyelundupan Timah Selat Nasik Minta Dibebaskan, Tolak Truk Disita
Saksi berinisial NM mengatakan, aktivitas penambang ilegal di perairan Mengkeling semakin marak. Saat ini, ada ratusan ponton timah yang beroperasi di lokasi tersebut.
"Di lokasi ada banyak oknum aparat yang diduga ikut terlibat. Bahkan mereka turun langsung," kata NM kepada Belitong Ekspres, Minggu (20/7/2025).
Saksi yang enggan disebutkan namanya menuturkan, dia tidak bisa mengambil langsung gambar di lokasi. Sebab dia takut massa akan marah seperti yang terjadi di Beltim.
"Kami meminta kepada aparat penegak hukum tegas dalam masalah ini. Kalau tidak ada tindakan tegas maka alam akan rusak dan nelayan sulit untuk mencari ikan, karena laut tercemar," pungkasnya.
BACA JUGA:Penambang Timah Ilegal Angkat Kaki dari Perairan Sijuk Usai Penertiban Aparat
Sementara itu, tokoh masyarakat Sijuk pria berinisial S membenarkan masih adanya aktivitas tambang ilegal di Perairan Mengkeling. Meskipun beberapa waktu lalu pernah dirazia.
"Mereka melakukan aktivitas penambangan pada malam hari. Namun pada pada hari, mereka sudah tidak ada aktivitas," kata S kepada Belitong Ekspres.