Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Produksi Beras Naik, Mentan Amran Soroti Distribusi dan Tata Niaga

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberi keterangan pers di Jakarta, Rabu (4/6/2025)-Harianto-ANTARA

BELITOGNEKSPRES.COM - Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional menunjukkan hasil positif. Kementerian Pertanian melaporkan bahwa produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Agustus 2025 diperkirakan mencapai 24,97 juta ton. Angka ini meningkat signifikan 14,09% dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 21,88 juta ton.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketersediaan beras secara nasional saat ini berada pada level aman. Namun, menurutnya, tantangan berikutnya justru terletak pada aspek distribusi dan tata niaga. Ia menekankan pentingnya sinergi antara program bantuan pangan (SPHP) dan bantuan sosial agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap harga beras yang terjangkau.

“Negara harus hadir dari sawah hingga ke meja makan. Jangan biarkan permainan harga merugikan rakyat. Kelola SPHP dengan semangat gotong royong dan integritas,” kata Mentan Amran dalam keterangannya, Minggu 13 Juli.

Di sisi lain, Perum Bulog siap menyalurkan 1,3 juta ton beras melalui program SPHP yang berlangsung mulai Juli hingga Desember 2025. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tingkat konsumen.

BACA JUGA:Prabowo Finalisasi IEU-CEPA, CPO Indonesia Bebas Hambatan ke Eropa

BACA JUGA:Program Beras SPHP Kembali Digulirkan, Pemerintah Siapkan Distribusi 1,3 Juta Ton Hingga Akhir 2025

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, menjelaskan bahwa penugasan distribusi tersebut berasal dari Badan Pangan Nasional, melalui Surat Kepala Bapanas Nomor 173/TS.02.02/K/7/2025 tertanggal 8 Juli 2025. Penyaluran beras dilakukan dengan memanfaatkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Dengan kombinasi peningkatan produksi dan strategi distribusi yang tepat, pemerintah optimistis tekanan harga beras di pasar bisa diredam. Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa negara serius dalam mengamankan pangan rakyat, terutama menjelang periode akhir tahun di mana permintaan cenderung meningkat.  (beritasatu)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan