Stok Beras Capai 4 Juta Ton, Sektor Gudang Pangan Diprediksi Tumbuh Pesat
Tumpukan beras di salah satu gudang milik Bulog--Humas Kementan
BELITONGEKSPRES.COM - Pencapaian cadangan beras nasional yang menembus 4 juta ton menjadi angin segar bagi sektor logistik, khususnya industri pergudangan pangan berstandar tinggi.
Menurut konsultan properti Knight Frank Indonesia, hal ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penyimpanan yang modern dan efisien.
“Cadangan beras pemerintah yang mencapai 4 juta ton menjadi penanda penting dalam mendorong swasembada pangan nasional,” ujar Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, dikutip dari Antara, Minggu (1/6/2025).
Permintaan Gudang Pangan Berstandar Nasional Semakin Meningkat
Seiring meningkatnya volume stok beras, kebutuhan terhadap gudang pangan yang memenuhi standar nasional ikut melonjak. Menurut Syarifah, fasilitas penyimpanan untuk komoditas seperti beras tidak bisa asal-asalan.
BACA JUGA:Diskon Tarif Listrik 50% Juni–Juli 2025, Cek Syarat dan Cara Dapatnya
BACA JUGA:Harga Referensi CPO Juni 2025 Turun Jadi 856,38 USD per Ton, Ini Penyebabnya
Gudang harus dilengkapi dengan sistem pengatur suhu, ventilasi, serta kelembaban guna menjaga kualitas beras tetap optimal.
“Pelaku usaha logistik maupun pengembang properti logistik perlu menyesuaikan spesifikasi gudangnya agar sesuai dengan standar penyimpanan bahan pangan,” tegasnya.
Lokasi Strategis Jadi Kunci Distribusi Efisien
Selain standar teknis, lokasi gudang juga menjadi faktor kunci. Gudang yang terintegrasi dengan pelabuhan atau pusat logistik seperti stasiun kereta api akan mempermudah proses distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.
Ke depannya, bila surplus beras terus terjaga, maka fasilitas penyimpanan jangka panjang dan gudang pendukung ekspor akan menjadi kebutuhan utama. Hal ini membuka peluang investasi besar di sektor properti logistik.
Capaian 4 juta ton beras ini menjadi pencapaian bersejarah di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut keberhasilan ini sebagai langkah besar menuju kemandirian pangan nasional.
“Ini bukan hanya soal angka. Ini adalah bukti bahwa kebijakan pertanian kita kini benar-benar berpihak kepada petani. Serapan panen lokal dan peningkatan produksi dalam negeri berhasil menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” ungkap Amran. (beritasatu)