Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Gejala dan Penyebab Kanker Prostat yang Sering Diabaikan, Waspadai Sejak Dini!

Ilustrasi: Gejala dan Penyebab Kanker Prostat yang Sering Diabaikan, Waspadai Sejak Dini!--(freepik)

JAKARTA, BELITONGEKSPRES.COM – Kanker prostat kini menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan pria, bukan hanya bagi mereka yang berusia lanjut, tetapi juga pria muda dengan gaya hidup tidak sehat. 

Lebih dari sekadar gejala sulit buang air kecil, kanker prostat adalah kondisi pertumbuhan sel abnormal pada kelenjar prostat yang berpotensi memicu komplikasi serius pada sistem reproduksi pria.

Prostat sendiri merupakan kelenjar kecil yang mengelilingi uretra—saluran pembuang urine dari kandung kemih—dan berperan penting dalam memproduksi cairan semen yang membawa sperma saat ejakulasi.

Ketika sel-sel dalam kelenjar ini tumbuh tak terkendali akibat mutasi genetik, terjadilah kanker prostat. Meski penyebab pasti dari mutasi genetik ini belum diketahui secara pasti, sejumlah faktor risiko telah diidentifikasi.

BACA JUGA:Waspada! Zat Berbahaya dari Makanan Bakar Bisa Memicu Kanker, Ini Cara Aman Menyantapnya

Di antaranya adalah obesitas, pola hidup tidak sehat, serta paparan bahan kimia berbahaya bersifat karsinogenik. Riwayat keluarga dengan kanker prostat juga meningkatkan risiko kemungkinan seseorang mengidap penyakit ini.

Mengutip dari laman Siloam Hospital, kanker prostat tergolong penyakit yang sulit dideteksi sejak dini. Di tahap awal, penderitanya seringkali tidak merasakan gejala apa pun.

Namun, seiring pertumbuhan kanker, kelenjar prostat akan membesar dan mulai menimbulkan sejumlah gejala, antara lain seperti:

  • Aliran urine melemah
  • Kesulitan menahan keinginan buang air kecil
  • Munculnya darah pada urine atau air mani
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Nyeri saat ejakulasi atau saat berkemih

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi kanker prostat stadium lanjut yang lebih sulit diobati.

BACA JUGA:Ternyata Hubungan dengan Pasangan Toxic Bisa Memicu Kanker, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Namun, kemajuan teknologi medis membuka harapan baru bagi para penderita. Salah satu metode terbaru yang kini dikembangkan adalah terapi Lutetium PSMA, terapi berbasis radioaktif yang menargetkan sel kanker secara spesifik.

Dokter spesialis kedokteran nuklir onkologi RS Siloam MRCCC Semanggi, dr. Febby Hutomo, Sp.KN(K), FANMB, menjelaskan bahwa Lutetium PSMA ditujukan bagi pasien kanker prostat yang sudah tidak lagi merespons terapi hormonal.

“Lutetium merupakan pengobatan kanker prostat yang dilakukan ketika hormonal terapi sudah tidak bisa digunakan kepada pasien,” kata Febby dikutip dari Siloam Hospital.

Terapi ini bekerja dengan menyasar molekul PSMA (Prostate-Specific Membrane Antigen) yang terdapat di permukaan sel kanker prostat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan