FLLAJ Belitung Rapat Perdana 2024, Dishub Bahas Dua Permasalahan Serius

Rapat FLLAJ Kabupaten Belitung melaksanakan rapat perdana tahun 2024--

BELITONGEKSPRES.COM, TANJUNGPANDAN - Forum Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Belitung melaksanakan rapat perdana di Tahun 2024. Ada dua permasalahan yang dibahas.

Pertama, permasalahan yang ada di masyarakat yakni rencana tata kelola parkir di Pasar Tanjungpandan dan kedua masalah bongkar muat barang di halaman Gedung Nasional, Tanjungpandan.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Belitung Ramansyah, didampingi Sekretaris Dishub Daniel, Perwakilan Satlantas Polres Belitung Firhot Lubis, Ketua Pokja FLLAJ Belitung Rusli Saie beserta jajarannya.

"Ini rapat perdana di Tahun 2024, tentunya peran forum akan lebih meningkat lagi, sehubungan banyak isu, permasalahan dan dinamika di Tanjungpandan khususnya jalan dan angkutan," kata Kepala Dishub Belitung Ramansyah, Senin 5 Februari 2024.

BACA JUGA:Tim POB Renang Dispora Belitung Panen 16 Medali, Open Turnamen Renang Pelajar Se Indonesia

BACA JUGA:Jalan Sehat dan Kampanye PBB Mantapbb Sukses Digelar, Siapkan Caleg Terbaik di Pemilu 2024

Menurut Ramansyah, rapat FLLAJ kali ini membahas dua poin permasalahan serius yakni parkir di Pasar Ikan Tanjungpandan dan bongkar muat di halaman Gedung Nasional.

Apalagi, Pemkab akan melaksanakan Belitung Chinese Internasional Festival 2024. Maka, tata kelola pasar berkaitan dengan parkir harus menjadi perhatian serius.

"Semua eleman sangat serius memberikan responnya, terutama di daerah lokasi Pelindo. Mereka memberikan pencerahan untuk tata kelola parkir dan tata kelolah pelabuhan," bebernya.

Oleh karena itu, hasil dari dua poin yang dibahas itu, mereka akan melakukan sosialisasi, edukasi dan persuasif. Ini untuk mendorong masyarakat tentang bagaimana Dishub Belitung menata kelola lokasi itu dengan baik yakni sesuai aturan yang berlaku.

"Selain itu kita juga akan menata regulasi, agar ada regulasi yang baik, sehingga kita mudah memberikan solusi kepada mereka," sebut Ramansyah.

BACA JUGA:Tokoh Tionghoa Belitung: Mari Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2024

BACA JUGA:Kejadian di Warkop Belitung, Berebut Mix Karaoke Berujung Penganiayaan

Ia melanjutkan, kedepan mereka akan membahas masalah anjing liar di pusat kota, pohon besar di bahu jalan serta parkir inap yang tentu ada potensi sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tag
Share