Soal Isu Dibebaskannya Pilot Susi Air, Ini Penjelasan KSAD Jenderal Maruli

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak-Disway.id/Anisha Aprilia---

BELITONGEKSPRES.COM, JAKARTA - Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak memberikan pernyataan terkait pembebasan pilot Susi Air yang sedang dalam peristiwa penahanan. 

Menurutnya, Angkatan Darat masih berkoordinasi dengan TNI dan BIN untuk mengumpulkan informasi terkini terkait pembebasan tersebut.

"Jadi kalau kami di Angkatan Darat kami punya keterbatasan untuk mendapatkan seluruh informasi karna kami tingkatnya adalah pembinaan kekuatan, jadi yang mengkoordinir semua sebetulnya panglima tni sehingga intel mungkin berkoordinasi dengan BIN dan lain-lain," ujar Jenderal Maruli di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada Senin, 5 Februari 2024.

Lebih lanjut, Jenderal Maruli menyampaikan bahwa pihak TNI AD masih berupaya melakukan negosiasi terkait pembebasan pilot Susi Air. 

"Namun kalo saya mengikuti perkembangan dari mabes tni, kita terus melakukan upaya-upaya negosiasi jadi yang saya dengan informasinya itu perlu waktu untuk bertemu, akhirnya perlu berapa hari lagi untuk menyampaikan, berapa hari lagi kesana," tambahnya.

BACA JUGA:Ikuti Arahan Presiden, Kemenkeu Blokir Anggaran Kementerian Senilai Rp 50 Triliun

BACA JUGA:Siskaeee Jalani Pemeriksaan Kondisi Kejiwaannya, Kabiddokkes Jelaskan Hasilnya

Meskipun begitu, Jenderal Maruli memberikan jaminan bahwa pilot Susi Air berada dalam kondisi kesehatan yang baik. "Informasi terakhir yang kami terima menyebutkan bahwa pilot tersebut dalam kondisi sehat," ungkapnya.

Sebelumnya, Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengumumkan rencana pembebasan pilot Susi Air, Captain Philip Mehrtens. 

Sebby menjelaskan bahwa pembebasan tersebut merupakan tanggung jawab Komnas TPNPB secara komando, dan mereka akan bertanggung jawab atas segala risiko yang dihadapi.

Sebby menekankan bahwa pembebasan pilot Selandia Baru tersebut dilakukan demi kemanusiaan berdasarkan Hukum Perang Humaniter Internasional. 

Meski Panglima Egianus Kogoya menyatakan niat untuk menukar pilot dengan kemerdekaan Papua, Sebby menyarankan untuk mereview pernyataan tersebut, mengingat dampak emosionalnya. 

BACA JUGA:Erick Thohir Dukung Food Estate untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional

BACA JUGA:Israel Terpaksa Tunduk pada AS karena Ancaman Yaman

Tag
Share