Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Mengoptimalkan MBG untuk Ibu Hamil dan Anak Usia Dini

Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehat Kemala Bhayangkari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). Kementerian Keuangan hingga 9 Maret 2026 telah menggelontorkan anggaran belanja B-ADENG BUSTOMI-ANTARA FOTO

Meskipun demikian, semua upaya ini tidak akan berhasil, tanpa fondasi yang paling mendasar, yaitu kedekatan emosional antara anak dan orang tua.

BACA JUGA:Penyaluran MBG Kini Hanya Saat Hari Sekolah, Libur Dihentikan

Pelukan, perhatian, dan respons yang cepat terhadap kebutuhan anak bukan hanya membangun rasa aman, tetapi juga membentuk kepercayaan diri dan kesehatan mental yang kuat. Dari hubungan inilah, nilai-nilai, seperti empati, kejujuran, dan tanggung jawab, tumbuh secara alami.

Ketangguhan mental juga menjadi aspek penting yang harus dibangun sejak dini. Anak perlu diberikan ruang untuk mencoba, gagal, dan kemudian belajar kembali.

Orang tua tidak perlu selalu melindungi secara berlebihan, tetapi cukup mendampingi agar anak mampu menemukan solusi sendiri. Proses ini akan membentuk karakter yang tidak mudah menyerah dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Sehingga kemudian keberhasilan program MBG sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, pendidik, hingga masyarakat harus bergerak bersama dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Distribusi makanan harus diiringi dengan penyuluhan, pelatihan kader, serta kampanye publik yang mudah dipahami. Pemanfaatan media sosial, televisi, dan komunitas lokal menjadi kunci dalam memperluas jangkauan edukasi.

Program Makanan Bergizi Gratis adalah langkah awal yang sangat penting, tetapi bukan tujuan akhir. Ia harus menjadi bagian dari strategi besar yang mengintegrasikan gizi, pendidikan, pola asuh, dan lingkungan sosial.

Jika pendekatan ini dijalankan secara konsisten dan menyeluruh, maka Indonesia tidak hanya akan berhasil menurunkan stunting, tetapi juga melahirkan generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter.

Inilah investasi paling berharga bagi masa depan bangsa, yang hasilnya mungkin tidak terlihat hari ini, tetapi akan menentukan arah Indonesia di masa yang akan datang. (antara)

Oleh:  A Roni Kurniawan 

Praktisi pendidikan, trainer/educator di Yamjaya

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan