Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Saatnya Mengkaji Ulang Program Kompor Listrik, Antisipasi Krisis LPG

Ilustrasi: Saatnya Mengkaji Ulang Program Kompor Listrik, Antisipasi Krisis LPG--(Antara)

Arahan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Permintaan Prabowo mendapat dukungan legislatif, salah satunya dari Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. Ia menilai transisi dari kompor LPG ke kompor listrik membutuhkan biaya lebih rendah dibandingkan anggaran subsidi impor LPG yang selama ini dikeluarkan pemerintah.

Eddy menyampaikan, ketika ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII yang saat itu membidangi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), DPR bersama PLN sudah menghitung kebutuhan biaya transisi dari kompor LPG ke kompor listrik.

Berdasarkan perhitungan PLN pada 2022, konversi kompor LPG ke kompor induksi berpotensi menghemat APBN hingga Rp330 miliar per tahun untuk 300 ribu keluarga penerima manfaat.

BACA JUGA:Kompor Listrik Dinilai Bisa Tekan Beban Subsidi LPG dan Impor Energi Nasional

Perhitungan tersebut telah mencakup penyediaan kompor listrik, dua wajan, serta pemasangan sambungan listrik terpisah secara gratis.

Jika kalkulasi itu masih relevan, penggantian kompor LPG dengan kompor listrik dapat menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memberi ruang napas bagi APBN.

Selain itu, kebijakan ini juga dapat mengurangi kerentanan terhadap dinamika geopolitik. Sebagai negara eksportir batu bara, Indonesia mampu memproduksi listriknya sendiri di dalam negeri.

Apalagi, Indonesia kini mulai mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT), sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Kondisi ini menunjukkan relatif kecilnya pengaruh gejolak global terhadap pasokan listrik nasional.

Wacana transisi dari kompor LPG ke kompor listrik sebenarnya pernah bergulir pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Namun, pada September 2022, PT PLN (Persero) membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kilogram ke kompor listrik demi menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

Kini, tidak ada salahnya meninjau kembali program tersebut. Pandemi telah berlalu, sementara tekanan terhadap subsidi energi terus meningkat setiap tahun. Indonesia membutuhkan terobosan untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG. (Antara)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan