Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Mengapa Polri Harus Tetap di Bawah Presiden?

Lambang Kepolisian Republik Indonesia--antara

Perbandingan ini memberikan pelajaran bahwa keberhasilan kepolisian tidak ditentukan oleh apakah ia berada di bawah Presiden atau kementerian, melainkan oleh kekuatan institusi demokrasi yang mengawasinya.

Namun, bagi negara dengan sistem presidensial dengan wilayah kepulauan yang luas dan masyarakatnya yang majemuk seperti Indonesia, posisi Polri di bawah Presiden memberikan keuntungan berupa kemudahan koordinasi dalam operasi.

Ke depan, tantangan reformasi Polri tidak lagi terletak pada perdebatan posisi kelembagaan, melainkan pada penguatan integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas. Menuju Indonesia Emas 2045, Polri dituntut menjadi institusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sensitif terhadap hak asasi manusia, serta mampu menjaga netralitas politik di tengah kompetisi demokratis yang semakin intens.

BACA JUGA:Mereka-reka Desain Pemilu dan Pilkada

Reformasi ke depan harus berfokus pada penguatan mekanisme pengawasan, pembatasan tegas intervensi politik dalam penegakan hukum, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia kepolisian.

Dengan fondasi struktural yang sudah tepat, yakni berada di bawah komando Presiden secara konstitusional, Polri memiliki modal untuk bertransformasi menjadi institusi modern yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mampu memperkuat kepercayaan publik.

Pada akhirnya, keputusan DPR dan konsistensi pandangan Prabowo tentang posisi Polri mencerminkan kesinambungan sejarah reformasi yang dirintis sejak era Gus Dur. Ini adalah pengingat bahwa reformasi sejati bukan soal memindahkan institusi dari satu atap ke atap lain, melainkan memastikan bahwa kekuasaan dijalankan dalam kerangka hukum, demokrasi, dan kepentingan nasional jangka panjang.

Dalam konteks itulah, Polri di bawah Presiden bukanlah simbol sentralisasi kekuasaan, melainkan fondasi bagi tata kelola keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat di tengah negara demokrasi menuju Indonesia Emas 2045. (ant)

Oleh: Ngasiman Djoyonegoro

Analis intelijen, pertahanan dan keamanan, Penulis buku “Polri untuk Masyarakat, Transformasi Polri Menuju Indonesia Emas 2045

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan