Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Membaca Arah Kesejahteraan Indonesia

Ilustrasi - Warga antre untuk menerima uang tunai bantuan sosial program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di Kota Serang, Banten, Rabu (8/1/2025)-Angga Budhiyanto-ANTARA FOTO

Mayoritas KRT miskin juga berpendidikan rendah. Ini menandakan bahwa kemiskinan di Indonesia masih bersifat struktural dan berkaitan erat dengan kualitas pekerjaan serta akses terhadap sumber daya produktif.

Jika seluruh rangkaian indikator tersebut dibaca secara utuh, terlihat bahwa kesejahteraan Indonesia bergerak, tetapi dengan arah yang tidak selalu seragam. Ada kemajuan yang nyata, tetapi juga batas-batas yang membentuk tantangan baru. Kesejahteraan tidak lagi semata-mata soal menurunkan kemiskinan atau pengangguran, melainkan tentang memastikan bahwa pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan benar-benar saling memperkuat.

Ke depan, agenda kesejahteraan perlu ditempatkan pada keterhubungan antarsektor. Pendidikan harus menghasilkan keterampilan yang relevan dengan struktur ekonomi. Layanan kesehatan harus mudah diakses dan benar-benar dimanfaatkan. Pekerjaan harus produktif dan memberikan perlindungan yang memadai.

BACA JUGA:Wartawan Tidak Bisa Dipidana?

Tanpa keterhubungan ini, perbaikan indikator berisiko berjalan sendiri-sendiri, tanpa menghasilkan peningkatan kesejahteraan yang kokoh.

Kesejahteraan bukan hasil dari satu kebijakan atau satu angka. Ia adalah proses panjang yang dibentuk oleh pilihan-pilihan struktural. Data memberi kita petunjuk mengenai arah pergerakan tersebut.

Tantangannya adalah memastikan bahwa arah ini tidak hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi benar-benar memperkuat ketahanan hidup rumah tangga dalam jangka panjang dan membawa kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat. (ant)

Oleh: Oleh Lili Retnosari

Statisti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pemerhati Isu Sosial Ekonomi

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan