Meneladani Kepemimpinan Mar'ie Muhammad dalam Menjaga Keuangan Negara
Anggota TNI membawa peti jenazah Mantan Menteri Keuangan era Orde Baru, Mar'ie Muhammad saat upacara serah terima jenazah dari pihak keluarga ke Pemerintah di Halaman Masjid Al Azhar, Jakarta, Minggu (11/12/2016). Mar'ie Muhammad wafat pada hari Minggu di-Reno Esnir-ANTARA
Mar’ie memandang pembangunan bukan sekadar ekspansi fisik, melainkan akuntabilitas moral. Ia tidak pernah ingin anggaran pembangunan menjadi ladang rente. Baginya, pembangunan yang baik hanya mungkin jika uang negara dikelola secara jujur. Prinsip ini yang membuatnya dicintai publik dan dihormati koleganya, meskipun ia sering membuat risih pihak-pihak yang ingin bermain kotor.
Di tengah tantangan ekonomi modern, mulai dari kebocoran penerimaan, pengaruh oligarki terhadap kebijakan publik, hingga tekanan fiskal global, Indonesia membutuhkan lebih banyak teladan seperti Mar’ie Muhammad. Ia bukan hanya menteri yang berhasil meningkatkan penerimaan dan menjaga APBN, tetapi tokoh moral yang menempatkan integritas sebagai bagian tak terpisahkan dari kebijakan publik.
BACA JUGA:Harapan di Tengah Program MBG di Perbatasan NKRI
Kepemimpinannya mengajarkan bahwa pengelolaan keuangan negara bukan sekadar teknokrasi, melainkan amanah etis. Bahwa anggaran bukan hanya angka, tetapi kepercayaan rakyat. Dan bahwa pembangunan hanya dapat berlangsung secara berkelanjutan bila dijaga oleh pejabat yang bersih, tegas, dan berani seperti Mar’ie.
Warisan Mar’ie Muhammad bukan hanya reformasi kecil di tahun 1990-an, tetapi inspirasi besar bagi generasi pembuat kebijakan hari ini. Sudah saatnya keteladanan itu kembali dihidupkan bukan dengan sekadar mengenangnya, tetapi dengan menirunya. (ant)
Oleh: Dr. M. Lucky Akbar
Kepala Kantor Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan Jambi, Ditjen Pajak - Kemenkeu