Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Saat Pejabat Menjelma Jadi Idola Masyarakat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025)-Rivan Awal Lingga/bar-ANTARA FOTO

BACA JUGA:Ketika Listrik Gantikan Letih Para Penarik Becak Lansia

Dari wilayah timur muncul pula lagu reggae “Beta Percaya Purbaya” yang memotret optimisme masyarakat terhadap kinerjanya. Bahkan, ada kreator konten yang cosplay sebagai Purbaya, memeragakan aksi sidak ala sang menteri. Unggahan “Purbaya palsu” itu sempat direspons langsung oleh yang asli: “Bisa aja,” lengkap dengan emoji tersenyum.

Kocak, tapi membuktikan rakyat punya cara manis untuk mengekspresikan rasa percaya.

Di lapangan lain, Mentan Amran tampil layaknya “kakak kebun” bagi para petani. Saat mengecek distribusi pupuk, ia hampir selalu dikerubungi warga yang ingin mengadu langsung. Suasana sering cair: petani berceloteh soal harga pupuk, Amran menimpali dengan kelakar khas Sulawesi, dan percakapan serius itu kerap berubah menjadi tawa kecil di tengah hamparan sawah. Kedekatan semacam ini membuat para petani merasa didengar, tanpa protokol dan jarak.

Baru saja, Amran memimpin gerakan donasi nasional untuk korban bencana di Sumatra. Hanya dalam satu jam, ia berhasil menghimpun sekitar Rp75,85 miliar dari pegawai kementerian, mitra, dan pelaku industri pertanian. Capaian ini menjadi indikator kuat tentang besarnya kepercayaan publik kepadanya. Bantuan tersebut dikabarkan disalurkan melalui 207 truk logistik berisi paket sembako dan kebutuhan mendesak lainnya.

Sementara itu, Gubernur Demul selalu pulang dari blusukan dengan membawa cerita baru. Gaya lapangannya terkenal spontan: pernah mendapati seorang nenek yang tali kutangnya melorot, ia tanpa sungkan membetulkannya. Tak pelak Demul digaplok si nenek, gubernur serasa cucu sendiri.

BACA JUGA:Harapan di Tengah Program MBG di Perbatasan NKRI

Di momen lain, ia harus mendengarkan curhatan warga yang panjangnya mengalahkan monolog sinetron, atau bahkan bersitegang dengan warga yang memprotes pembongkaran bangunan liar.

Drama-drama dadakan seperti inilah yang membuat videonya kerap viral — riuh, lucu, tetapi juga menunjukkan betapa kehadirannya di tengah masyarakat memicu respons emosional yang kuat.

Kisah-kisah semacam ini mungkin bukan capaian monumental, tetapi justru potongan-potongan kecil itulah yang membentuk citra “idola rakyat”: pejabat yang dekat, spontan, kadang digoda warga, kadang menjadi sasaran curhat, dan kadang menjadi objek humor yang membuat publik merasa punya hubungan personal dengannya.

Semesta bekerja

Mungkin ada yang keliru dalam perjalanan panjang kita sebagai bangsa, hingga hari ini—di tahun-tahun yang penuh hiruk pikuk digital—kita justru merayakan pejabat publik sebagai idola. Bukan karena mereka melakukan hal luar biasa, melainkan karena mereka tidak melakukan hal-hal buruk yang selama ini dianggap lumrah di lingkar kekuasaan.

Betapa rendahnya standar harapan kita, sampai-sampai seorang pejabat yang menjalankan tugas dengan jujur, tegas, dan setia pada rakyat saja sudah terasa seperti anomali yang patut dipuja.

BACA JUGA:Mencari Jalan Tengah Fatwa Pajak Berkeadilan MUI

Fenomena ini menyentil nurani: barangkali yang sebenarnya langka bukanlah bakat memimpin, melainkan kehendak untuk memimpin dengan benar. Karena itu, ketika ada pejabat yang bekerja tanpa menodai tangan, otomatis publik jatuh hati—bukan oleh pencitraannya, melainkan oleh ketulusannya yang terasa jujur di mata rakyat.

Presiden Prabowo pernah mengingatkan para pejabat dengan kalimat yang menukik ke tulang: apa tega memberi makan keluarga dengan harta kotor? Pertanyaan itu bukan sekadar nasihat, melainkan pengingat bahwa jabatan adalah amanah, bukan hadiah keberuntungan. Pejabat boleh pandai bicara, boleh hebat berstrategi, tapi kalau hatinya tergelincir, semua kehormatan itu hanya selubung tipis yang mudah ditembus waktu. Dan waktu tak pernah bisa disogok. Saat bersamaan, karma bekerja dalam diam.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan